KONAWE, Lensainformasi.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat pertumbuhan signifikan pada sektor pasar modal dan industri keuangan non-bank (IKNB) selama Semester I Tahun 2026. Jumlah investor maupun nilai transaksi saham menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Data tersebut disampaikan Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, saat menggelar media briefing bersama puluhan jurnalis di Kabupaten Konawe, Kamis (30/7/2026).
Bismi menjelaskan, jumlah Single Investor Identification (SID) di Sultra mencapai 179.257 investor, meningkat 95,9 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Selain itu, nilai transaksi saham tercatat sebesar Rp905,26 miliar, atau tumbuh 393,2 persen yoy.
Pada sektor perasuransian, premi asuransi mencapai Rp237,48 miliar, meningkat 10,16 persen yoy, sedangkan klaim asuransi tercatat sebesar Rp102,63 miliar atau tumbuh 15,45 persen yoy.
Sementara itu, outstanding pembiayaan perusahaan pembiayaan mencapai Rp6,97 triliun dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) sebesar 2,57 persen.
Menurut Bismi, Kota Kendari menjadi daerah dengan jumlah investor terbesar di Sultra, disusul Kabupaten Kolaka, Kota Baubau, Kabupaten Konawe, dan Kabupaten Wakatobi. Frekuensi transaksi investor di Sultra juga mencapai 284.900 kali.
Di sektor layanan pinjaman berbasis teknologi (fintech lending), outstanding pembiayaan tercatat sebesar Rp671,26 miliar. Tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP90) berada pada level 6,91 persen, dengan nominal wanprestasi mencapai Rp46,38 miliar, meningkat 51,61 persendibandingkan tahun sebelumnya.












