KONAWE, Lensainformasi.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat sebanyak 473.155 orang telah menerima manfaat dari berbagai program inklusi keuangan yang dijalankan melalui sinergi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan di Sulawesi Tenggara.
Data tersebut disampaikan Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, saat menggelar media briefing bersama puluhan jurnalis di Kabupaten Konawe, Kamis (30/7/2026).
Bismi menjelaskan, salah satu program unggulan yang terus diperkuat adalah Program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar). Hingga saat ini, sebanyak 291.842 siswa dan pelajar di Sulawesi Tenggara telah memiliki rekening sebagai bagian dari upaya membangun budaya menabung dan meningkatkan literasi keuangan sejak dini.
Selain itu, OJK juga mencatat sebanyak 6.323 mahasiswa memperoleh akses melalui program Kredit/Pembiayaan Mahasiswa Rentan, yang bertujuan mendukung keberlanjutan pendidikan secara inklusif dan berkeadilan di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.
“Program inklusi keuangan juga diperluas melalui JAMPENA (Jaminan Sosial Ketenagakerjaan) yang telah menjangkau 1.000 objek, dengan sasaran pegawai non-ASN, pekerja lepas, dan pekerja rentan agar memperoleh perlindungan ketenagakerjaan,” jelasnya.
Menurut Bismi, pelaksanaan berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat menuju ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.












