KOLAKA UTARA, Lensainformasi.com – Sebanyak 12 pihak menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Komoditas Kakao di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Rabu, 30 September 2026.
Penandatanganan tersebut melibatkan lembaga jasa keuangan, perusahaan offtaker, penyuluh pertanian, dan kelompok tani sebagai bagian dari penguatan ekosistem kakao dari hulu hingga hilir.
Ke-12 pihak tersebut yakni PT BPD Sulawesi Tenggara (Bank Sultra), PT Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Kolaka, PT BPR Bahteramas Kolaka Utara, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Kendari, PT Pegadaian Cabang Kolaka, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kendari, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Kendari, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), PT Comextra Majora selaku offtaker, perwakilan Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Lasusua, serta perwakilan Kelompok Tani Monapa Bersatu.
Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha mengatakan, melalui program tersebut petani mendapatkan pendampingan teknis, akses pembiayaan yang disesuaikan dengan siklus panen, perlindungan melalui jaminan sosial dan asuransi, serta kepastian pasar melalui komitmen offtaker.
“Program tersebut menyasar penguatan sektor kakao di Kolaka Utara yang berdasarkan data Statistik Perkebunan memiliki luas areal perkebunan kakao mencapai 78.969 hektare dengan produksi 62.260 ton per tahun,” kata Bismi.
Produksi kakao Kolaka Utara tersebut menyumbang sekitar 61 persen dari total produksi kakao Bumi Anoa. Sektor tersebut melibatkan sekitar 28.784 keluarga petani.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, PT Comextra Majora sebagai offtaker turut hadir dengan komitmen untuk menyerap hasil panen petani.
Selain dukungan pembiayaan dan akses pasar, petani juga memperoleh bantuan sarana produksi. Bank Sultra menyerahkan 12 unit sarana pertanian berupa sprayer elektronik dan jaring jemur kepada 10 petani.
BPR Bahteramas Kolaka Utara merealisasikan bantuan kepada dua petani serta tambahan tiga unit alat sprayer. Sementara itu, Pegadaian menyerahkan tabung semprot kepada empat petani.










