BI Sultra Genjot Digitalisasi UMKM, QRIS Jadi Andalan di Ramadan Sultra Fest 2026

KENDARI, Lensainformasi.com – Ramadan Sultra Fest 2026 menghadirkan suasana berbeda bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. Tidak hanya semarak dengan aneka kuliner berbuka puasa, festival ini juga menjadi ajang percepatan digitalisasi transaksi melalui penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Melalui kegiatan ini, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bacaan Lainnya

Seluruh tenant yang berpartisipasi dalam Ramadan Sultra Fest diarahkan untuk menggunakan sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS guna menciptakan transaksi yang lebih praktis, aman, dan terdokumentasi secara tertib.

Kepala KPw BI Sultra, Edwin Permadi, menyampaikan momentum Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan digital di tengah masyarakat.

“UMKM kita dorong memanfaatkan QRIS. Selain memudahkan pembeli, pencatatan keuangan juga menjadi lebih tertib sehingga membantu pengembangan usaha ke depan,” ujarnya kepada awak media di lokasi Ramadan Sultra Fest, Rabu (4/3).

Puluhan pelaku UMKM, khususnya dari sektor kuliner, ambil bagian dalam festival ini dengan menyediakan beragam menu berbuka puasa hingga sahur.

Bank Indonesia tidak hanya menghadirkan fasilitas pembayaran digital, tetapi juga memberikan pendampingan langsung kepada para pelaku usaha agar semakin terbiasa dan percaya diri dalam menggunakan sistem transaksi non-tunai.

Ramadan Sultra Fest 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia, Bank Sultra, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Selain bazar UMKM, rangkaian kegiatan juga diisi dengan edukasi ekonomi syariah serta program stabilisasi harga pangan guna menjaga daya beli masyarakat selama bulan Ramadan.

Dalam mendukung kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri, Bank Indonesia turut membuka layanan penukaran uang rupiah melalui aplikasi PINTAR berbasis pendaftaran digital. Sistem ini dirancang untuk menciptakan proses penukaran yang lebih tertib, efisien, dan meminimalisasi antrean panjang.

Melalui Ramadan Sultra Fest 2026, digitalisasi bukan lagi sekadar wacana, melainkan telah menjadi bagian nyata dari aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia berharap kebiasaan bertransaksi digital yang tumbuh selama Ramadan dapat terus berlanjut dan menjadi fondasi penguatan ekonomi daerah, sekaligus mendorong UMKM Sulawesi Tenggara semakin naik kelas dan berdaya saing.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *