Transaksi Kuliner di Sultra Maimo Nyaris Rp500 Juta dalam Tiga Hari, BI: Bukti UMKM Gerakkan Ekonomi

KENDARI, Lensainformasi.com – Transaksi kuliner pada tiga hari pertama pelaksanaan Sultra Maimo 2026 telah mencapai lebih dari Rp450 juta atau mendekati Rp500 juta.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Edwin Permadi, usai closing ceremony Sultra Maimo 2026 di Atrium Mall The Park Kendari, Minggu malam (9/8/2026).

Bacaan Lainnya

Edwin mengatakan angka tersebut baru mencakup transaksi kuliner selama tiga hari pertama. Sementara keseluruhan transaksi Sultra Maimo selama delapan hari, termasuk penjualan wastra, business matching dan kegiatan lainnya, masih dalam proses rekapitulasi.

“Kalau kita lihat tiga hari pertama kemarin, khusus kulinernya saja sudah hampir setengah miliar sendiri hampir Rp500 juta, atau di atas Rp450 juta. Itu baru tiga hari pertama,” kata Edwin.

Menurutnya, capaian transaksi tersebut menunjukkan besarnya potensi sektor kuliner dalam mendukung aktivitas perekonomian daerah.

Ia juga melihat sektor kuliner memiliki keterkaitan erat dengan sektor pariwisata. Kehadiran kuliner khas daerah dapat menjadi salah satu alasan masyarakat maupun wisatawan mengunjungi suatu daerah.

Edwin mengatakan, transaksi tersebut masih akan bertambah setelah seluruh rangkaian Sultra Maimo 2026 selesai dan data dari berbagai sektor dihimpun.

Selain kuliner, perhitungan akhir nantinya akan mencakup transaksi dari penjualan wastra, business matching, serta berbagai kegiatan lain yang berlangsung selama pelaksanaan Sultra Maimo 2026.

“Nanti sampai hari terakhir, termasuk dengan penjualan wastra, business matching, dan lainnya, nanti akan kita rekap. Saya sendiri juga belum dapat rekap akhirnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengembangan kuliner dan UMKM dalam Sultra Maimo 2026 dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Sultra, Dinas Perdagangan dan Dinas Pariwisata.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat peran UMKM dalam mendukung perekonomian daerah sekaligus mendorong sektor pariwisata.

“Jadi semuanya menjadi satu kolaborasi antara kita dengan pemerintah provinsi, Dinas Perdagangan, Dinas Pariwisata, dan sebagainya untuk mendukung perekonomian daerah,” jelasnya.

Sultra Maimo 2026 sendiri mengangkat tema “UMKM Digital, Inklusif, dan Berdaya Saing”. Berbagai kegiatan yang digelar tidak hanya berfokus pada transaksi, tetapi juga memperkuat kapasitas UMKM melalui digitalisasi, akses pembiayaan, business matching, hingga pembukaan peluang pasar yang lebih luas.

Edwin mengatakan BI Sultra akan terus melakukan evaluasi dan menyesuaikan program dengan perkembangan ekonomi serta teknologi.

“Harapannya, ya kita selalu akan berbenah dan menyesuaikan dengan kondisi. Kalau dulu belum ada digitalisasi, sekarang sudah digitalisasi. Ke depan seperti apa? Nanti kita lihat lagi,” katanya.

Ia juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun insan pers untuk memberikan ide dan masukan dalam pengembangan program ekonomi di Sultra.

“Teman-teman Pemda dan teman-teman pers juga. Silakan kalau punya ide atau masukan, kami selalu terbuka,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *