KENDARI, Lensainformasi.com — Pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Sulawesi Tenggara (Sultra) akan melibatkan sektor UMKM dan pemerintah daerah melalui sejumlah agenda yang tengah dipersiapkan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sultra bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra.
Salah satu agenda yang disiapkan adalah UMKM Expo dengan kapasitas lebih dari 40 pelaku usaha. Expo tersebut menjadi bagian dari rangkaian BIK 2026 yang direncanakan berlangsung selama dua hari di Kota Kendari pada minggu ketiga atau keempat Oktober 2026.
Kehadiran UMKM dalam rangkaian kegiatan BIK diarahkan untuk mempertemukan pelaku usaha dengan industri jasa keuangan, khususnya dalam kaitannya dengan akses terhadap produk, layanan, dan pembiayaan.
Selain UMKM, BIK 2026 juga menargetkan keterlibatan minimal 12 kepala daerah di Sulawesi Tenggara.
Salah satu konsep yang dibahas dalam persiapan kegiatan adalah menampilkan ciri khas masing-masing kabupaten/kota melalui pakaian, makanan, tarian, dan berbagai kekhasan daerah.
Konsep tersebut dirancang dengan melibatkan kepala daerah bersama industri jasa keuangan dalam rangkaian kegiatan BIK 2026.
Pembina FKIJK Sultra sekaligus Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan keterlibatan PUJK dalam BIK 2026 tidak hanya melalui booth dan expo, tetapi juga melalui kegiatan UMKM, budaya, edukasi, olahraga, serta kompetisi.
“BIK menjadi momentum untuk memperkuat sinergi industri jasa keuangan dengan pemerintah daerah, UMKM, komunitas, dan masyarakat,” ujar Bismi.
Selain UMKM Expo dan agenda budaya, rangkaian kegiatan juga direncanakan mencakup BIK Night Run kategori 5K dan 10K serta Video Competition bertema edukasi keuangan.
BIK 2026 di Sultra dijadwalkan berlangsung selama dua hari pada minggu ketiga atau keempat Oktober 2026 dengan melibatkan industri jasa keuangan, pemerintah daerah, UMKM, komunitas, dan stakeholder lainnya.










