KONAWE SELATAN, Lensainformasi.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menemukan adanya miss komunikasi antara petugas dan pasien dalam persoalan pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) BLUD UPTD Puskesmas Andoolo yang menjadi perhatian masyarakat dan beredar di media sosial.
Temuan tersebut diperoleh setelah Dinkes Konsel melakukan investigasi dan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait, termasuk menelusuri pelayanan yang diterima pasien di Puskesmas Andoolo maupun RSUD Konawe Selatan pada 31 Agustus 2026.
Sekretaris Dinkes Konsel, Dr. Susman Sjarif, S.KM., M.Kes., mewakili Kepala Dinas Kesehatan Konsel Nurlita Jaya AS, S.Sos., M.Kes., mengatakan hasil penelusuran menunjukkan pasien awalnya datang ke UGD Puskesmas Andoolo sekitar pukul 07.00 WITA dengan keluhan demam dan nyeri kepala.
Petugas kemudian melakukan skrining atau pemeriksaan awal untuk menentukan kondisi pasien. Berdasarkan hasil triase, pasien dinilai tidak masuk kategori kegawatdaruratan yang membutuhkan penanganan segera melalui layanan UGD.
Atas pertimbangan tersebut, pasien diarahkan mengikuti alur pelayanan melalui pendaftaran Poli Umum. Petugas disebut turut mengantar pasien ke ruang pendaftaran dan membantu proses pendaftaran.
“Berdasarkan hasil investigasi, hasil triase atau pemeriksaan awal oleh petugas tidak termasuk kategori kegawatdaruratan yang memerlukan penanganan segera,” jelas Susman Sjarif, Kamis (3/9).
Dinas Kesehatan Konsel kemudian menelusuri pelayanan pasien setelah berada di UGD RSUD Konawe Selatan. Berdasarkan data pelayanan, pasien masuk UGD RSUD sekitar pukul 07.50 WITA dengan keluhan sakit kepala berat yang disertai mual dan muntah.
Pasien selanjutnya mendapatkan pemeriksaan, termasuk pemeriksaan darah lengkap melalui laboratorium. Hasil pemeriksaan laboratorium dinyatakan baik, sementara suhu tubuh pasien tercatat mencapai 39 derajat Celsius.
Setelah mendapatkan penanganan dan terapi, kondisi pasien dilaporkan membaik. Pasien kemudian menjalani observasi hingga sekitar pukul 14.00 WITA sebelum diperbolehkan pulang untuk melanjutkan pengobatan secara rawat jalan.
Susman mengatakan pasien sempat meminta menjalani rawat inap. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dan kondisi klinis, petugas tidak menemukan indikasi yang mengharuskan pasien menjalani rawat inap sehingga pasien disarankan melanjutkan pengobatan secara rawat jalan.
Terkait informasi mengenai Kepala Puskesmas Andoolo yang disebut “melabrak” pasien, Dinas Kesehatan Konsel menyebut kunjungan tersebut dilakukan untuk menemui pasien yang sedang berada di UGD RSUD Konawe Selatan dalam rangka klarifikasi dan komunikasi terkait persoalan pelayanan sebelumnya.
Dinas Kesehatan menegaskan kunjungan tersebut tidak dimaksudkan sebagai tindakan intimidasi maupun konfrontasi terhadap pasien.
“Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan mencermati adanya miss komunikasi antara petugas dengan pasien,” kata Susman.
Menurutnya, setiap keluhan masyarakat menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Kesehatan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Puskesmas Andoolo diminta melakukan perbaikan dan pembinaan internal agar pelayanan kepada masyarakat semakin profesional, humanis, sesuai standar, serta berorientasi pada keselamatan dan kepuasan pasien.
Dinas Kesehatan Konsel juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Dinas Kesehatan berkomitmen menyelesaikan permasalahan secara objektif, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Dinas Kesehatan Konsel turut mengapresiasi kritik dan masukan masyarakat sebagai bagian dari evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Konawe Selatan.










