KENDARI, Lensainformasi.com – Kejaksaan Republik Indonesia (RI) menegaskan pentingnya integritas dalam penegakan hukum sebagai upaya memperkuat kepercayaan publik.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Kuliah Umum yang digelar di Aula Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo (FH UHO), Kamis (11/9/2026).
Mengangkat tema “Menguatkan Kepercayaan Publik melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Menuju Indonesia yang Adil dan Makmur”, kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Pujiyono, S.H., M.H., selaku Pimpinan Komisi Kejaksaan Republik Indonesia sebagai narasumber utama.
Dalam kegiatan itu, Prof. Pujiyono didampingi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara Dr. Darmukit, S.H., M.H.
Dalam pemaparannya, Prof. Pujiyono menekankan bahwa kepercayaan publik merupakan modal utama dalam penegakan hukum.
Menurutnya, di tengah keterbukaan informasi dan perkembangan media sosial, setiap tindakan penegak hukum akan mendapat perhatian publik.
Karena itu, integritas menjadi salah satu kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
“Integritas seorang Jaksa tercermin dari sikap jujur, objektif, dan tidak memihak,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan peran strategis Komisi Kejaksaan dalam melakukan pengawasan terhadap perilaku Jaksa dan pegawai Kejaksaan, baik melalui fungsi pengawasan internal maupun eksternal.
Selain itu, Komisi Kejaksaan turut berperan dalam menindaklanjuti pengaduan masyarakat yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran kode etik dan perilaku Jaksa.
Materi yang disampaikan juga membahas sejumlah tantangan penegakan hukum saat ini, khususnya keterbukaan informasi, perkembangan media sosial, serta tuntutan transparansi dan akuntabilitas.
Dalam aspek integritas, prinsip Satya Adhi Wicaksana turut menjadi bagian pembahasan, dengan penekanan pada sikap jujur, objektif, dan tidak memihak dalam menjalankan tugas sebagai Jaksa.
Kegiatan tersebut juga membahas pentingnya penegakan hukum yang dapat memberikan rasa keadilan bagi masyarakat dalam mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.
Dalam konteks pendidikan hukum, mahasiswa Fakultas Hukum juga mendapat penekanan mengenai perannya sebagai calon penegak hukum di masa depan.
Sesi tanya jawab berlangsung secara interaktif. Sejumlah mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan terkait penegakan hukum dan integritas aparat penegak hukum.
Sebagai bentuk apresiasi, Tim Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara memberikan cenderamata kepada mahasiswa yang aktif dalam sesi tanya jawab.










