KENDARI, Lensainformasi.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan pentingnya kolaborasi dan kerja sama antarpemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Hal ini disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tenggara, yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Kamis (17/4).
Menurutnya, keberhasilan implementasi visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua” sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak, sebagaimana amanat Presiden Prabowo untuk memperkuat pendidikan dasar dan menengah, pendidikan karakter, serta pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Ini merupakan amanah konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pasal 31 Ayat 3 UUD 1945 serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023, yang memuat tujuan dan visi-misi pendidikan nasional,” ungkap Menteri Mu’ti.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti juga memaparkan pentingnya pendekatan deep learning dan pembelajaran sepanjang hayat sebagai upaya strategis untuk membentuk pelajar yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan mampu menerapkan ilmu dalam kehidupan nyata.
Ia menyoroti penurunan angka literasi dan numerasi di Indonesia sebagai masalah serius yang harus segera diatasi.
“Banyak anak-anak kita yang kehilangan minat untuk belajar dan membaca. Maka dari itu, pembelajaran harus dikembangkan menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan penuh kesadaran,” tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tenggara, Akhmad Aljufri, yang menyampaikan apresiasi kepada Kemendikdasmen atas dukungan dalam peningkatan mutu pendidikan.
Ia juga menyatakan komitmen Muhammadiyah untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah.
“Kami siap bekerja sama dan terus mendukung langkah-langkah strategis Kemendikdasmen demi kemajuan pendidikan nasional,” ujar Aljufri.












