JAKARTA, Lensainformasi.com – Tantangan geografis dan minimnya infrastruktur di wilayah 3T menjadi hambatan besar dalam distribusi uang Rupiah layak edar.
Menyikapi hal tersebut, Bank Indonesia (BI) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) terus memperkuat sinergi melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2025.
Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan memastikan ketersediaan uang Rupiah di pelosok, tetapi juga menjaga kedaulatan mata uang nasional dari ancaman penggunaan mata uang asing di wilayah perbatasan.
“Di beberapa wilayah 3T, terutama yang berbatasan langsung dengan negara lain, masih ditemukan penggunaan mata uang asing. Ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kedaulatan ekonomi bangsa,” ujar Kolonel Laut (P) Andri Kristianto, perwakilan TNI AL, Jumat (25/4).
Selain distribusi uang, ERB juga menjadi sarana edukasi masyarakat tentang pentingnya merawat Rupiah.
BI mencatat masih banyak masyarakat yang memperlakukan uang secara tidak layak, seperti melipat, menstaples, hingga membasahi uang.
“Ini menjadi tantangan edukasi yang harus terus kami galakkan agar masyarakat semakin memahami bahwa merawat Rupiah adalah bentuk cinta tanah air,” kata M. Anwar Bashori, Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI.
ERB menjadi bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam menjaga kedaulatan NKRI dari sisi ekonomi dan pertahanan.
BI memastikan pelayanan kas terus diperluas dan inklusif, dari kota hingga pelosok, demi mendukung pembangunan Indonesia Maju.












