KENDARI, Lensainformasi.com – Sebuah terobosan menarik hadir dalam gelaran Sultra Maimo Cinta Rupiah 2025 yang berlangsung selama tiga hari, 20–22 Juni 2025, di The Park Mall Kendari.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara menghadirkan inovasi berbasis kepedulian lingkungan dengan menggandeng platform daur ulang digital, Plasticpay, guna mengajak masyarakat menukar botol plastik bekas menjadi saldo uang elektronik.
Melalui kehadiran Reverse Vending Machine (RVM) dan fasilitas dropbox, pengunjung dapat secara langsung menukarkan botol plastik yang mereka bawa.
Caranya pun cukup mudah: masyarakat hanya perlu mengunduh aplikasi Plasticpay, melakukan registrasi, lalu memindai barcode di mesin sebelum memasukkan botol.
Setiap botol yang berhasil dimasukkan akan menghasilkan poin, yang selanjutnya dapat ditukar menjadi saldo e-wallet atau uang tunai. Untuk kegiatan ini, satu botol bernilai dengan Rp500.
Selain RVM, dropbox disediakan untuk pengumpulan manual botol plastik, sehingga proses pemilahan tetap dapat dilakukan oleh masyarakat umum.
Seluruh mesin RVM yang digunakan merupakan hasil inovasi anak bangsa. Botol-botol yang terkumpul nantinya akan didaur ulang menjadi berbagai produk fungsional dan bernilai guna seperti tas, tempat pensil dan aksesori ramah lingkungan lainnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Berdasarkan pantauan di lokasi, banyak pengunjung yang membawa botol plastik untuk ditukarkan di stan Plasticpay.
Salah satu warga, Hani, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif tersebut.
“Kegiatan ini sangat positif karena mendidik masyarakat untuk menjaga lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi,” ungkapnya.
Kepala KPw BI Sultra Edwin Permadi menjelaskan bahwa keterlibatan Bank Indonesia dalam mendorong ekonomi sirkular dan gaya hidup berkelanjutan melalui kolaborasi dengan Plasticpay menjadi salah satu bukti nyata bahwa literasi keuangan dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan, bahkan dimulai dari langkah sederhana menukar sampah jadi uang.
Buruan! Tukar Botol Plastik Jadi Uang di Sultra Maimo 2025
KENDARI, Lensainformasi.com – Sebuah terobosan menarik hadir dalam gelaran Sultra Maimo Cinta Rupiah 2025 yang berlangsung selama tiga hari, 20–22 Juni 2025, di The Park Mall Kendari.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara menghadirkan inovasi berbasis kepedulian lingkungan dengan menggandeng platform daur ulang digital, Plasticpay, guna mengajak masyarakat menukar botol plastik bekas menjadi saldo uang elektronik.
Melalui kehadiran Reverse Vending Machine (RVM) dan fasilitas dropbox, pengunjung dapat secara langsung menukarkan botol plastik yang mereka bawa.
Caranya pun cukup mudah: masyarakat hanya perlu mengunduh aplikasi Plasticpay, melakukan registrasi, lalu memindai barcode di mesin sebelum memasukkan botol.
Setiap botol yang berhasil dimasukkan akan menghasilkan poin, yang selanjutnya dapat ditukar menjadi saldo e-wallet atau uang tunai. Untuk kegiatan ini, satu botol bernilai dengan Rp500.
Selain RVM, dropbox disediakan untuk pengumpulan manual botol plastik, sehingga proses pemilahan tetap dapat dilakukan oleh masyarakat umum.
Seluruh mesin RVM yang digunakan merupakan hasil inovasi anak bangsa. Botol-botol yang terkumpul nantinya akan didaur ulang menjadi berbagai produk fungsional dan bernilai guna seperti tas, tempat pensil dan aksesori ramah lingkungan lainnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Berdasarkan pantauan di lokasi, banyak pengunjung yang membawa botol plastik untuk ditukarkan di stan Plasticpay.
Salah satu warga, Hani, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif tersebut.
“Kegiatan ini sangat positif karena mendidik masyarakat untuk menjaga lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi,” ungkapnya.
Kepala KPw BI Sultra Edwin Permadi menjelaskan bahwa keterlibatan Bank Indonesia dalam mendorong ekonomi sirkular dan gaya hidup berkelanjutan melalui kolaborasi dengan Plasticpay menjadi salah satu bukti nyata bahwa literasi keuangan dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan, bahkan dimulai dari langkah sederhana menukar sampah jadi uang.












