KENDARI, Lensainformasi.com – Rangkaian kegiatan Sultra Maimo Cinta Rupiah 2025 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berlanjut dengan menghadirkan forum diskusi bertajuk Tolaki BrewTalk: Kopi Kita, Ekonomi Kita, Jumat malam (20/6/2025), di The Park Kendari.
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi dan edukasi dalam mendorong produktivitas serta kualitas kopi Sulawesi Tenggara sebagai salah satu komoditas unggulan yang menopang pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten di bidang kopi, di antaranya Owner CV Anoa Coffee, Asri Sape; Muhammad Aga, pemenang Indonesia Barista Championship 2025; serta Muhammad Jody, pemenang Indonesia Coffee Roasting Championship 2025.
Para narasumber berbagi wawasan mengenai pengembangan ekosistem kopi dari hulu ke hilir, tantangan di lapangan, hingga strategi peningkatan daya saing kopi lokal.
Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sultra, La Ode Muhammad Rusdin, dalam sambutannya mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini serta peran aktif BI Sultra dalam mendukung pengembangan sektor perkebunan kopi.
Ia menegaskan bahwa komoditas kopi memiliki kontribusi yang semakin signifikan dalam pembangunan ekonomi daerah.
“Melalui forum seperti ini, pelaku UMKM kopi didorong untuk terus berinovasi agar produk kopi Sultra mampu berkembang dan bersaing secara nasional,” ungkapnya.
La Ode Rusdin juga menyoroti sinergi yang baik antara Pemprov Sultra dan BI Sultra.
Ia menyatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong perluasan areal tanam kopi serta memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak melalui program business matching untuk mendorong industrialisasi kopi lokal.
Sementara itu, Asri Sape menyampaikan tantangan nyata yang dihadapi petani kopi di lapangan, khususnya terkait perubahan iklim dan alih fungsi lahan.
Ia menyebutkan bahwa di Konawe Selatan, sekitar 40 hektare lahan kopi telah diserobot oleh perusahaan sawit, yang berdampak pada penurunan hasil panen petani.
Dalam sesi pemaparannya, Muhammad Aga menjelaskan bahwa barista merupakan bagian hilir dari ekosistem kopi yang memainkan peran penting dalam menjaga kualitas dan nilai tambah produk kopi.
Hal ini senada dengan penjelasan Muhammad Jody, yang menekankan pentingnya proses roasting(sangrai) untuk menghasilkan cita rasa kopi yang khas dan kompetitif di pasar nasional.












