PASARWAJO, Lensainformasi.com — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Mansur, S.Pd., MA, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada Pelantikan dan Latihan Kader Dasar (LKD) IV Pengurus Fatayat NU Kabupaten Buton, Senin (24/11/2025).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PW Fatayat NU Sulawesi Tenggara beserta jajaran, para pengurus, tokoh Nahdliyyin, serta seluruh peserta LKD IV Fatayat NU Sultra.
Dalam sambutannya, Mansur menegaskan bahwa Fatayat NU merupakan organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama yang memainkan peran penting dalam mencerdaskan umat, membangun masyarakat, serta menjaga nilai-nilai ahlusunnah wal jama’ah.
Ia menekankan bahwa perempuan dalam Islam bukanlah pelengkap, melainkan pilar utama peradaban.
Hal itu, lanjut Mansur, sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. An-Nahl ayat 97: “Barang siapa mengerjakan kebaikan, baik laki-laki maupun perempuan, dan ia beriman, maka pasti Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.”
“Ayat ini menegaskan bahwa kontribusi perempuan dan laki-laki sama mulianya di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Mansur juga menambahkan bahwa sebuah hadis menggarisbawahi kesetaraan peran perempuan dan laki-laki dalam kehidupan sosial, ekonomi, maupun agama.
Dalam konteks tersebut, Fatayat NU menjadi jembatan penting agar perempuan-perempuan muda dalam organisasi ini tampil berdaya, berpengaruh, dan memiliki peran yang sejajar di masyarakat.
Ia menyebutkan, berbagai tantangan bangsa saat ini—mulai dari kemajuan teknologi, derasnya arus informasi, hingga pergeseran nilai sosial—membutuhkan peran strategis Fatayat NU sebagai penjaga moderasi beragama.
Dengan karakter NU yang ramah, toleran, dan cinta damai, Fatayat NU dinilai memiliki posisi sentral sebagai penguat nilai wasathiyah di tengah masyarakat.
“Fatayat NU juga berkontribusi dalam penguatan pendidikan perempuan dan anak, menjadi motor sosial di lingkungan masyarakat, serta menjadi duta nilai kebangsaan dalam menanamkan toleransi dan menjaga harmoni di tengah keberagaman Sulawesi Tenggara,” tambah Mansur.
Kepada para kader yang baru dilantik, Mansur menyampaikan tiga pesan utama:
1. Tetap belajar,
2. Berani tampil, dan
3. Tebarkan manfaat, karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Di akhir sambutannya, Mansur mengucapkan selamat kepada seluruh peserta Pelantikan dan LKD IV Fatayat NU Sulawesi Tenggara.
Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum lahirnya kader-kader perempuan yang kuat, cerdas, berakhlak, dan cinta tanah air.
“Mari jadikan setiap langkah, kata, dan tindakan kita sebagai sumber kebaikan bagi masyarakat. Teruslah menjadi perempuan hebat yang menguatkan agama, menggerakkan bangsa, dan mengharumkan NU di bumi Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.












