KONAWE SELATAN, Lensainformasi.com – Setelah melalui perjuangan panjang yang penuh tantangan, Bio Habri Oktora resmi dilantik sebagai Kepala Desa Bumi Raya untuk periode 2025-2033.
Pelantikan ini menjadi momen penuh haru bagi Habri dan seluruh pendukungnya, yang telah menanti proses panjang sejak pemilihan pada 2023 lalu hingga pengesahan melalui mekanisme hukum di Mahkamah Konstitusi (MK).
Usai pelantikan di Kantor Bupati Konawe Selatan (Konsel), pada Rabu 15 Januari 2025. Habri mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada semua pihak yang mendukung, termasuk Pemerintah Daerah Konawe Selatan, Bupati, dan tim kuasa hukumnya.

“Perjuangan kami sangat panjang, mulai dari regulasi hingga pengesahan oleh Kementerian Dalam Negeri. Ini adalah perjalanan penuh suka duka, dan akhirnya kami tiba pada momen ini,” ujarnya dengan nada haru.
Sebagai pemimpin, Habri berkomitmen membawa Desa Bumi Raya ke era digitalisasi modern.
Ia menekankan pentingnya inovasi teknologi dalam mengembangkan potensi desa, terutama di bidang pertanian, yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat setempat.
“Saya akan memadukan program digital dengan kebutuhan masyarakat yang mayoritas adalah petani. Walaupun tantangan cukup besar, saya yakin solusi inovatif dapat ditemukan,” jelas Habri.
Salah satu program unggulan yang akan dijalankan Habri adalah pembentukan asosiasi petani plasma. Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani melalui pengelolaan yang lebih terorganisasi dan efisien.
Selain itu, Habri juga merencanakan usaha jual-beli pupuk bersubsidi untuk mendukung kebutuhan petani.
“Tanaman jangka pendek seperti sayuran menjadi komoditas utama di desa kami. Oleh karena itu, usaha pupuk bersubsidi menjadi prioritas yang sedang kami pelajari regulasinya agar berjalan sesuai aturan yangberlaku,” tambahnya.
Sebagai langkah awal, Habri menargetkan peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) sebagai tolok ukur pembangunan desa. Dengan menaikkan IDM, diharapkan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) juga meningkat, sehingga pembangunan desa dapat berjalan lebih maksimal.
“Meski ADD dan DD saat ini masih terbatas, kami akan fokus pada poin-poin dalam konteks desa membangun. Dengan itu, kami berharap dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tutupnya.












