KONAWE SELATAN, Lensainformasi.com – Aktivitas di Pasar Tradisional Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, tampak berbeda dari biasanya. Di tengah hiruk-pikuk transaksi jual beli, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Konawe Selatan menggelar layanan Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi (Kespro) gratis bagi masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN RI) yang serentak dilaksanakan di 1.016 pasar tradisional di seluruh Indonesia. Untuk wilayah Konawe Selatan, program ini diinisiasi oleh DP2KB dengan lokasi utama di Pasar Ambaipua.
Secara nasional, kegiatan ini dipusatkan di Pasar Sukolilo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, yang dihadiri langsung oleh Menteri Dukbangga/Kepala BKKBN RI, Dr. Wilhaji.
Sementara itu, di Konawe Selatan, acara ini disaksikan secara virtual oleh Kepala Perwakilan BKKBN Sultra, Asmar, bersama Koordinator Bidang KBKR Perwakilan BKKBN Sultra, dr. Fithriyani Aboe Kasim, Plt. Kepala DP2KB Konsel, Nurlita Jaya AS, Sekretaris DP2KB Konsel, Asdiana, Camat Ranomeeto, Alimun, serta unsur Forkopimda.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP2KB Konsel, Nurlita Jaya, menjelaskan bahwa pemilihan pasar sebagai lokasi kegiatan bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan KB dan kesehatan reproduksi, mengingat banyak warga yang sibuk dan sulit menyempatkan waktu untuk datang ke fasilitas kesehatan.
“Agar pelayanan lebih dekat dengan masyarakat, kami tempatkan di Pasar Ambaipua. Kebetulan, Puskesmas Pembantu berada tepat di depan pasar, sehingga masyarakat lebih mudah dan nyaman dalam menerima layanan,” ujar Nurlita Jaya, Rabu (26/2/2025).
Program ini menyasar pedagang, pengunjung pasar, serta masyarakat sekitar. Layanan yang diberikan meliputi penyuluhan KB, pemasangan alat kontrasepsi seperti pil, kondom, suntik, IUD, dan implan, serta penanganan efek samping atau komplikasi bagi peserta jaminan kesehatan. Selain itu, juga dilakukan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terkait KB dan kesehatan reproduksi.
Menurut Nurlita Jaya, program ini sejalan dengan visi-misi Pemerintah Daerah Konawe Selatan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya menurunkan angka stunting dan meningkatkan akses layanan KB di wilayah Sulawesi Tenggara.
“Program ini juga mendukung kebijakan pro-rakyat Bupati dan Wakil Bupati Konawe Selatan periode 2025–2030, khususnya dalam bidang kesehatan dengan jaminan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat,” tutupnya.












