Jelang Penutupan STQHN ke-28, Satgas Ekoteologi Kemenag Sultra Gencarkan Aksi Bersih di Arena Utama

KENDARI, Lensainformasi.com — Menjelang penutupan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Musabaqah Al-Hadis (STQHN) ke-28 Tahun 2025 di Kota Kendari, Satuan Tugas (Satgas) Ekoteologi Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan kegiatan pembersihan di seputaran arena utama STQH dan kawasan Tugu Persatuan Kota Kendari, Sabtu (18/10/2025).

Sebanyak 16 personel Satgas Ekoteologi bersama Dinas Kebersihan dan sejumlah pihak terkait tampak antusias mengumpulkan sampah di area kegiatan. Aksi kebersihan ini telah rutin dilakukan sejak hari pertama pembukaan STQHN berlangsung.

Bacaan Lainnya

“Sejak hari pertama hingga jelang penutupan mereka masih terus bekerja. Mereka aktif memungut sampah di arena utama, serta sigap memastikan lokasi lomba tetap bersih, nyaman, dan bebas dari limbah plastik,” terang Kakanwil Kemenag Sultra, H. Muhamad Saleh.

Saleh menuturkan, kehadiran Satgas Ekoteologi dalam momentum STQHN memiliki kontribusi besar dalam menciptakan penyelenggaraan yang bebas sampah dan ramah lingkungan, sejalan dengan tema besar kegiatan, yaitu “Syiar Al-Qur’an dan Hadis, Merawat Kerukunan, Melestarikan Lingkungan.”

“Ini juga merupakan bagian dari implementasi Asta Protas Kemenag. Inisiatif ini menjadi langkah awal bagi pemerintah Sultra dalam menanamkan kesadaran ekologis di masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Saleh menyebut implementasi gerakan ekoteologi diwujudkan melalui upaya menjaga kebersihan dan mensterilkan seluruh area kegiatan dari sampah maupun limbah plastik.

Ia berharap, ke depan Satgas Ekoteologi dapat dibentuk hingga ke tingkat kabupaten/kota, bahkan sampai ke unit paling bawah.

Kanwil Kemenag Sultra juga berencana menggandeng berbagai pihak untuk memperkuat gerakan peduli lingkungan ini.

“Terima kasih dan apresiasi kepada Satgas Ekoteologi yang telah banyak berkontribusi, berperan serta dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan terjaga selama STQHN berlangsung. Semoga tidak berhenti sampai di sini, kita akan bentuk satgas-satgas Ekoteologi lainnya hingga di tingkat kabupaten/kota,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *