Penguatan Sistem Surveilans: Dinkes Konawe Selatan Laksanakan Diseminasi Audit Maternal dan Perinatal 2025

KENDARI, Lensainformasi.com Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan menggelar kegiatan Verifikasi dan Analisis Data MPDN yang dirangkaikan dengan Diseminasi (Pembelajaran) Audit Maternal dan Perinatal Surveilans Respon (AMP-SR) 2025 di salah satu hotel di Kendari, Senin 8 Desember 2025.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya penguatan sistem pencatatan dan pelaporan kematian ibu dan bayi, sekaligus meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam melakukan respon cepat terhadap kasus kematian maternal dan perinatal.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan, Nurlita Jaya AS, S.Sos., M.Kes, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan akurasi data dan memastikan setiap kasus kematian dianalisis secara komprehensif.

“Melalui kegiatan diseminasi dan audit ini, kita ingin memastikan bahwa setiap data kematian dianalisis dengan tepat sehingga dapat ditemukan akar masalah pada setiap kasus. Dari situlah kita dapat merumuskan rekomendasi perbaikan layanan kesehatan yang lebih tepat sasaran,” ungkapnya.

Ia menegaskan keberhasilan program penurunan angka kematian ibu dan bayi tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan, tetapi juga membutuhkan sinergi lintas sektor serta keterlibatan aktif tenaga kesehatan dalam pencatatan, pelaporan, serta penanganan tindak lanjut dari setiap kasus kematian.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh ini diisi dengan pemaparan materi, diskusi, serta analisis data yang difasilitasi oleh tim teknis Dinas Kesehatan Konawe Selatan (Seksi Kesga) dan narasumber dari Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Anak, serta Gizi Klinik RSD Konawe Selatan.

Melalui kegiatan ini, Nurlita berharap seluruh peserta dapat meningkatkan kapasitas dalam melakukan verifikasi data kematian, melaksanakan audit secara menyeluruh, serta menyusun rencana tindak lanjut yang efektif dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Konawe Selatan.

“Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan dalam memperkuat sistem kesehatan daerah, terutama dalam menangani isu prioritas terkait keselamatan ibu dan bayi,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *