Hadiri Creative Cities Connect 2025, Bupati Irham Kalenggo Dorong Kriya Konawe Selatan Makin Berdaya Saing

NASIONAL, Lensainformasi.com – Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dari total 77 kepala daerah di Indonesia yang telah menyelesaikan Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I), hanya tiga daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang mendapatkan undangan khusus untuk mengikuti Creative Cities Connect 2025, yakni Konawe Selatan, Buton Tengah (Buteng), dan Wakatobi.

Undangan resmi tersebut disampaikan melalui Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI, dengan nomor UND/DI.01/113/D.1.6/2025 tertanggal 28 November 2025.

Bacaan Lainnya

Dalam forum tersebut, Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo hadir bersama perwakilan Dekranasda Konawe Selatan.

Pada proses PMK3I, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan memilih subsektor Kriya sebagai potensi unggulan yang dinilai paling siap untuk dikembangkan serta memiliki dampak ekonomi terbesar bagi masyarakat lokal.

Creative Cities Connect 2025 digelar untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis kreativitas dan budaya, sekaligus mendukung daerah dalam jejaring kabupaten/kota kreatif Indonesia serta memperkuat posisi kota anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN).

Kegiatan berlangsung pada 11–12 Desember 2025 di Thamrin Nine Ballroom, Chubb Square, Jakarta Pusat.

Forum ini membuka peluang besar bagi Konsel untuk memperluas kolaborasi lintas daerah, memperkuat kemitraan dengan pelaku industri kreatif nasional, serta mengakselerasi strategi pengembangan subsektor Kriya sebagai tulang punggung ekonomi kreatif daerah.

Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo menegaskan capaian ini merupakan buah dari komitmen semua pihak dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis kolaborasi.

“Pengembangan ekonomi kreatif tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus melalui kolaborasi pentahelix—pemerintah, akademisi, pelaku industri, komunitas. Semua bergerak bersama mendukung Program SETARA untuk memajukan ekonomi masyarakat,” ujar Irham.

Ia menambahkan subsektor Kriya memiliki kekuatan besar sebagai identitas budaya sekaligus peluang ekonomi yang terus dikembangkan melalui kemitraan strategis.

“Kriya adalah subsektor yang dekat dengan kultur masyarakat Konsel. Kami ingin memastikan bahwa kreativitas lokal dapat naik kelas, berdaya saing, dan memberi dampak ekonomi nyata bagi pelaku UMKM kreatif,” tambahnya.

Kehadiran Konsel dalam undangan terbatas ini sekaligus mempertegas posisi daerah sebagai wilayah dengan ekosistem ekonomi kreatif paling progresif di Bumi Anoa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *