KONAWE SELATAN, Lensainformasi.com – Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, membuka Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Islamic Center Andoolo, Senin (9/2/2026).
Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Konawe Selatan Wahyu Ade Pratama Imran, Sekretaris Daerah Ichsan Porosi, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pujiono, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para narasumber.
Dalam sambutannya, Bupati Irham Kalenggo menegaskan bahwa status sebagai PPPK merupakan amanah besar sekaligus bagian penting dari mesin birokrasi pemerintahan daerah.
Oleh karena itu, ia berharap seluruh aparatur yang baru bergabung dapat berkontribusi aktif dalam mengakselerasi visi pembangunan daerah SETARA (Sehat, Cerdas, dan Sejahtera).
“Saudara adalah wajah pemerintah di mata masyarakat. Kinerja Saudara akan menentukan sejauh mana visi SETARA dapat dirasakan manfaatnya secara nyata, baik melalui pelayanan kesehatan yang prima, pendidikan yang berkualitas, maupun inovasi dalam pemberdayaan ekonomi,” ujar Irham.
Bupati juga menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK sebagai “napas” dalam bekerja, mengingat kinerja PPPK akan dievaluasi secara berkala berdasarkan capaian kinerja dan integritas.
Selain itu, ia mendorong para PPPK untuk menjadi motor penggerak transformasi layanan publik berbasis teknologi di tahun 2026.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Konawe Selatan, Pujiono, dalam laporannya menyampaikan bahwa orientasi ini diikuti oleh 502 peserta PPPK yang tersebar di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan.
Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan orientasi telah dimulai sejak Jumat (6/2/2026) dan akan berlangsung secara intensif hingga Rabu (11/2/2026).
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembelajaran mandiri melalui metode Massive Open Online Course (MOOC).
“Peserta akan mengikuti sejumlah tahapan, mulai dari penguatan sikap dan perilaku bela negara, internalisasi nilai BerAKHLAK, hingga pemahaman mendalam mengenai Manajemen ASN dan konsep Smart ASN,” jelas Pujiono.
Selain jalur mandiri melalui MOOC, para peserta juga akan mengikuti jalur klasikal dan nonklasikal yang berfokus pada pengenalan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK), serta pembekalan tugas dan fungsi jabatan masing-masing, sehingga diharapkan dapat langsung berkontribusi secara efektif di unit kerja.












