KENDARI, Lensainformasi.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara resmi menggelar Kick-Off SERAMBI 2026 di Kendari, Jumat (13/2/2026), sebagai bagian dari program nasional pemenuhan kebutuhan uang layak edar selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan (KPw) BI Sultra, Edwin Permadi, bersama pimpinan dan insan perbankan di Sulawesi Tenggara.
Dalam pelaksanaan SERAMBI 2026 di Sultra, BI menyiapkan Rp1,2 triliun uang Rupiah layak edar untuk periode Ramadan dan Idulfitri.
Selain itu, jumlah penukaran per penukar mengalami peningkatan menjadi Rp5.300.000, atau naik 23,2 persen dibandingkan tahun 2025 yang sebesar Rp4.300.000.
Pembukaan kuota penukaran dilakukan dalam dua tahap, yakni tahap pertama mulai 14 Februari 2026 pukul 09.00 WITA dan tahap kedua pada 27 Februari 2026 pukul 09.00 WITA melalui aplikasi PINTAR.
Pada kegiatan kick-off tersebut juga dilaksanakan sejumlah seremoni, di antaranya penyerahan simbolis Buku Cerita Anak Dwibahasa Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah hasil sinergi BI Sultra dan Balai Bahasa Provinsi Sultra kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari.
Buku tersebut akan didistribusikan sebagai bahan ajar bagi anak usia dini di sekolah dasar di Kota Kendari guna menanamkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap Rupiah sekaligus melestarikan bahasa daerah.
Selain itu, dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara BI dan Kementerian Agama Kota Kendari dalam akselerasi digitalisasi ekosistem rumah ibadah melalui implementasi QRIS di masjid se-Kota Kendari.
Sebanyak 50 masjid akan menerima Kotak Amal Cinta, Bangga, Paham Rupiah sebagai bentuk edukasi serta dorongan penggunaan transaksi digital selama Ramadan.
BI Sultra juga menghadirkan program BAROQAH (Berbagi Amal Ramadan Oleh QRIS Agar Hidup Berkah) guna mengoptimalkan pemanfaatan QRIS dalam kegiatan sosial dan penyaluran dana amal selama bulan suci.
Melalui SERAMBI 2026, Edwin Permadi berharap kebutuhan uang layak edar masyarakat terpenuhi secara optimal, sekaligus mempercepat transformasi digital sistem pembayaran di wilayah Sulawesi Tenggara.












