KONAWE SELATAN, Lensainformasi.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Selatan, Ichsan Porosi, secara resmi menutup pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-XX Konawe Selatan dalam seremoni yang berlangsung khidmat di Lantai III Kantor Bupati Konawe Selatan, Sabtu (21/4).
Penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak 18 April 2026.
Dalam sambutannya, Ichsan Porosi menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur’an, melainkan instrumen strategis dalam memperkuat fondasi moral dan spiritual masyarakat.
Ia mengaitkan nilai-nilai Al-Qur’an dengan visi pembangunan daerah “KONSEL SETARA” (Sehat, Cerdas, dan Sejahtera).
“Al-Qur’an menjadi pedoman yang memberikan ketenangan jiwa, membangun kecerdasan spiritual dan intelektual generasi muda, serta menanamkan nilai kejujuran dan kerja keras demi terciptanya masyarakat yang harmonis dan sejahtera,” ujarnya.
Sekda juga memberikan motivasi kepada para peserta yang belum meraih juara agar tetap semangat dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai bekal untuk berprestasi di masa mendatang.
Pelaksanaan MTQ ke-XX ini dinilai berjalan sukses meskipun dilaksanakan dalam kondisi efisiensi anggaran.
Kegiatan tersebut tetap mampu melahirkan bibit-bibit unggul di bidang seni baca dan hafalan Al-Qur’an di Kabupaten Konawe Selatan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), Hamlin S. Ode Makka, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Bupati dan Wakil Bupati Konawe Selatan.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan MTQ menjadi bukti kuatnya komitmen pemerintah daerah dalam mendukung syiar Islam.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Konawe Selatan, H. Joko, mengungkapkan kebanggaannya terhadap kemampuan para peserta. Ia berharap nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya dipahami dalam perlombaan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penutupan MTQ turut dirangkaikan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang yang telah menunjukkan prestasi terbaik selama perlombaan berlangsung.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya Ketua BKMT Konawe Selatan Nurlita Jaya, Ketua MUI, unsur Forkopimda, para kepala OPD, camat, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.












