KENDARI, Lensainformasi.com – Sebagai wujud realisasi RENSTRA Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Halu Oleo di masyarakat, maka salah satu kontribusi yang dilakukan tim Pengabdian Dosen UHO melalui Program PKM Kemendiktisaintek Tahun 2026 adalah pemberdayaan kelompok UMKM perempuan (ibu-ibu warga BTN Silva Mas Kelurahan Mokoau Kecamatan Kambu Kota Kendari).
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan mulai awal Mei – November 2026. Fokus kegiatannya adalah peningkatan nilai tambah produk UMKM Perempuan berbasis diversifikasi produk olahan pokea dan ikan.
Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk dengan desainkekinian, memperpanjang masa simpan produk, dan mendorong kemandirian ekonomi keluarga serta penguatan bisnis UMKM perempuan.
Sebagai tahap awal, dilakukan pelatihan Diversifikasi Produk Olahan Pokea dan Ikan yang diselenggarakan pada Tanggal 17 Mei 2026.
Kegiatan pelatihan diikuti 25 peserta yang merupakan ibu-ibu warga BTN Silva Mas Kelurahan Mokoau Kecamatan Kambu Kota Kendari yang tergabung dalam Kelompok Usaha POKADULU.
Dalam kegiatan pelatihan ini, ada beberapa materi yang diberikan kepada peserta pelatihan, meliputi materi diversifikasi produk olahan ikan dan pokea yang disampaikan oleh Salwiyah, S.Pi., M.Si dan Ashmarita, S.Sos, M.Si., materi penguatan bisnis dan pengemasan produk disampaikan oleh Dr. La Ode Abdul Rajab Nadia, S.Pi., M.Sc. serta sharing pengalaman dari pebisnis sate pokea terkait produksi sate pokea yang higienis dan aman pangan oleh Ibu Annisa.
Ketua Tim PKM UHO, Salwiyah, S.Pi.,M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan implementasi PKM dosen sebagai upaya timPKM Universitas Halu Oleo untuk membina warga dan kelompok usaha masyarakat yang mampu meningkatkan produksi dan nilai tambah usaha dengan mengaplikasikan teknologi diversifikasi produk olahan pokea dan ikan.
Ungkap Salwiyah: kegiatan yang kami lakukan terdiri atas kegiatan pelatihan pembuatan diversifikasi produk olahan pokea dan olahan ikan serta penguatan bisnis dan pengemasan produk.
Selama pelatihan, kami memberikan penguatan kapasitas SDM dan langsung mempraktekkan bagaimana proses pembuatanproduk olahan pokea dan ikan yang berkualitas.
Menurut Salwiyah, pelatihan PKM ini terdiri dari: 1) pelatihanbidang produksi berbasis olahan pokea (produk sate pokea, danbakso pokea), dan olahan ikan (nugget ikan dan bakso ikan); 2) penguatan nilai jual produk melalui inovasi pengemasankekinian. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk ceramah, diskusi, dan praktek pembuatan produk.
Dalam pelatihan, narasumber memperkenalkan kelebihan dan kekurangan teknologi pengolahan produk, proses produksi, dan pengemasan.
Pelatihan dilakukan sampai mitra memahami aspek teknologidan produksi sehingga pada saat aplikasinya dalam bisnis UMKM dapat berjalan dengan baik.
Selama kegiatan, peserta pelatihan PKM sangat antusias dan memperhatikan betul apa yang disampaikan pemateri selamapelatihan, terlebih lagi saat pembuatan demo produk.
Teknologi pengolahan produk ikan yang diaplikasikan ke mitra PKM iniberhasil dengan baik. Ungkap Dr. La Ode Abdul Rajab Nadia, S.Pi., M.Sc. bahwa kegiatan teknis PKM ini telah mampumenyelesaikan permasalahan utama yang dihadapi mitra PKM (warga yang tergabung dalam Kelompok Usaha Pokadulu).
Untuk menjaga performa dan semangat wirausaha peserta, timPKM UHO juga membuat kesepakatan pendampingan dan terus mengevaluasi ketercapaian kegiatan PKM baik bagi anggota kelompok maupun unit bisnis UMKM yang dikembangkan.
“Tim PKM UHO akan terus berupaya semaksimal mungkinuntuk mendorong mitra PKM agar unit bisnis UMKM yang dikembangkan mampu mendatangkan kemakmuran bagi keluarga mitra PKM serta terbentuk unit bisnis UMKM perempuan dengan produk kekinian berbasis olahan pokea dan ikan,” tutup La Ode Abdul Rajab Nadia.












