KENDARI, Lensainformasi.com — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara melalui personel Polisi Wanita (Polwan) Bidang Turjawali menggelar “Polantas Menyapa” dengan memberikan edukasi dan himbauan kepada masyarakat guna meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas di wilayah Kota Kendari, Senin (18/5/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.30 WITA tersebut menyasar sejumlah ruas jalan utama dan titik keramaian di Kota Kendari, di antaranya Jalan Martandu, Jalan Buburanda, kawasan MTQ, Jalan Antero Hamra, Jalan Brigjen M. Yunus, Perempatan Pasar Baru, Jalan Poros Haluoleo, Jalan Martatiahahu, Bundaran Adi Bahasa, hingga Jalan Komjen M. Jasin.
Patroli dan penyuluhan dipimpin IPTU Mawaddah, S.H bersama personel Polwan Ditlantas Polda Sultra lainnya, yakni AIPDA Siti Asma, S.H., BRIGPOL Eka Ariska, S.H., dan BRIPDA Hardianti Safari.
Dalam pelaksanaannya, personel Polwan memberikan himbauan secara humanis kepada pengendara roda dua maupun roda empat menggunakan pengeras suara (public address), khususnya terkait larangan melawan arus yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Selain memberikan edukasi, petugas juga melakukan teguran persuasif kepada sejumlah pengendara yang masih ditemukan melakukan pelanggaran lalu lintas di beberapa titik jalan.
Tidak hanya kepada pengendara, masyarakat dan pengguna jalan lainnya juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mematuhi aturan serta tata tertib berlalu lintas demi menjaga keselamatan bersama di jalan raya.
Kegiatan “Polantas Menyapa” ini merupakan bagian dari upaya preventif dan edukatif Ditlantas Polda Sultra dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Sulawesi Tenggara.
Melalui pendekatan humanis yang dilakukan personel Polwan, diharapkan masyarakat semakin sadar bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan hanya kewajiban, tetapi juga kebutuhan demi keselamatan bersama.
Ditlantas Polda Sultra terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui pendekatan Presisi yang humanis, edukatif, dan responsif.










