KENDARI, Lensainformasi.com – Semangat persatuan dan pelestarian budaya kembali menguat di tengah masyarakat Muna di Sulawesi Tenggara.
Hal itu ditandai dengan terpilihnya La Ode Darwin sebagai Ketua Lembaga Budaya Muna Sulawesi Tenggara periode 2026–2030 secara aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) IV LBM yang digelar di salah satu hotel di Kendari, Senin (18/5/2026).
Mubes IV LBM Sultra berlangsung penuh khidmat dan semangat kekeluargaan dengan dihadiri tokoh masyarakat Muna, pengurus LBM, tokoh pemuda, serta sejumlah kepala daerah asal Muna dan Muna Barat.
Momentum pengukuhan kepengurusan juga semakin sakral melalui prosesi adat Haroa sebagai simbol penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan tradisi masyarakat Muna.
La Ode Darwin menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas amanah besar yang diberikan kepadanya untuk memimpin LBM Sultra selama lima tahun ke depan.
Ia menegaskan komitmennya untuk menjadikan lembaga tersebut sebagai wadah pemersatu seluruh masyarakat Muna tanpa membedakan latar belakang maupun kelompok tertentu.
Menurutnya, langkah awal yang akan dilakukan usai menerima amanah tersebut adalah membangun konsolidasi bersama pengurus dan tokoh masyarakat Muna di berbagai daerah guna memperkuat soliditas organisasi.
Selain itu, Bupati Muna Barat itu juga telah menyiapkan agenda besar berupa silaturahmi akbar masyarakat Muna yang rencananya dipusatkan di Kota Kendari usai Lebaran mendatang.
“Kami akan mengagendakan silaturahmi akbar masyarakat Muna yang dipusatkan di Kota Kendari. Targetnya bisa dihadiri 10 ribu hingga 20 ribu masyarakat Muna dari berbagai daerah,” ujar Darwin.
Ia menilai agenda tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum strategis untuk mempererat persaudaraan dan menyatukan seluruh masyarakat Muna dalam satu semangat kebersamaan.
“Kami ingin seluruh masyarakat Muna bersatu dalam satu kekuatan besar. Tidak lagi terkotak-kotak dalam kelompok tertentu, tetapi berdiri bersama membangun kebersamaan,” katanya.
Di bawah kepemimpinannya, LBM Sultra juga akan diarahkan menjadi rumah besar yang mampu memfasilitasi berbagai kebutuhan masyarakat Muna, baik di bidang budaya, adat istiadat, sosial kemasyarakatan, hingga pemberdayaan ekonomi.
Ketua DPD Golkar Sultra itu menegaskan bahwa eksistensi LBM harus mampu menjadi simbol persatuan sekaligus penjaga martabat masyarakat Muna di mana pun berada.
“Lembaga Budaya Muna harus menjadi rumah besar bagi seluruh masyarakat Muna. Kami akan menjaga persatuan, martabat, dan kehormatan masyarakat Muna,” tegasnya.
Darwin berharap kepengurusan baru LBM Sultra dapat menghadirkan energi positif bagi generasi muda untuk terus mencintai budaya dan menjaga warisan leluhur Muna agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Dengan semangat kebersamaan yang dibangun melalui Mubes IV ini, LBM Sultra diharapkan semakin berperan aktif dalam memperkuat identitas budaya sekaligus mempererat solidaritas masyarakat Muna di Bumi Anoa maupun di berbagai daerah lainnya.












