Perkuat Kebijakan Penanganan Stunting, DPRD Kendari Gali Inovasi di Dinas Kesehatan Konawe Selatan

KENDARI, Lensainformasi.com – Wakil Ketua II DPRD Kota Kendari, Irmawati, SH., MH., M.Kn., melakukan kunjungan kerja sekaligus studi banding ke Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) sebagai upaya memperkuat kebijakan dan inovasi daerah dalam mendukung percepatan penurunan stunting secara berkelanjutan.

Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari berbagai strategi dan inovasi yang telah diterapkan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan dalam menekan angka stunting.

Bacaan Lainnya

Kabupaten Konsel dipilih sebagai lokasi studi banding karena dinilai memiliki komitmen kuat serta sejumlah program inovatif yang dapat dijadikan referensi bagi Pemerintah Kota Kendari.

Irmawati mengatakan, DPRD memiliki peran strategis dalam mendukung percepatan penurunan stunting, tidak hanya melalui fungsi legislasi dan penganggaran, tetapi juga melalui fungsi pengawasan agar setiap program kesehatan dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, hasil pengawasan yang dilakukan DPRD diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan konstruktif bagi Dinas Kesehatan dan seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan yang lebih responsif terhadap persoalan kesehatan masyarakat, khususnya stunting.

“Penanganan stunting membutuhkan kolaborasi semua pihak. DPRD hadir untuk memastikan kebijakan, dukungan anggaran, serta pengawasan terhadap pelaksanaan program benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui studi banding ini, kami ingin mempelajari praktik-praktik baik yang telah diterapkan di Kabupaten Konawe Selatan agar dapat diadaptasi dan dikembangkan di Kota Kendari,” ujar Irmawati.

Selain berdiskusi mengenai kebijakan daerah, kunjungan kerja tersebut juga menjadi forum bertukar pengalaman terkait inovasi pelayanan kesehatan, pelaksanaan intervensi gizi spesifik dan sensitif, serta penguatan koordinasi lintas sektor dalam mendukung aksi konvergensi percepatan penurunan stunting.

DPRD Kota Kendari berharap hasil studi banding ini dapat memperkuat sinergi antara lembaga legislatif, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun strategi penanganan stunting yang lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Dengan kolaborasi yang semakin kuat, diharapkan upaya percepatan penurunan prevalensi stunting di Kota Kendari dapat berjalan optimal sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berkualitas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *