KENDARI, Lensainformasi.com – Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Edwin Permadi, mengatakan Sultra Maimo 2026 bukan sekadar festival tahunan, tetapi merupakan gerakan untuk membangun ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang saling terhubung dari hulu hingga hilir.
Menurut Edwin, keberhasilan pengembangan UMKM hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah yang menyiapkan kebijakan dan infrastruktur, Bank Indonesia yang mendorong pengembangan UMKM, digitalisasi sistem pembayaran, serta perluasan akses pasar.
Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan bersama industri keuangan berperan memperkuat literasi dan akses pembiayaan, sementara dunia usaha membuka peluang kemitraan.
Perguruan tinggi dan komunitas turut menghadirkan inovasi, sedangkan media berperan memperluas promosi produk-produk unggulan Sulawesi Tenggara.
Sebagai implementasi kolaborasi tersebut, Sultra Maimo 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, antara lain showcasing produk UMKM unggulan, Business Matching, Sultra Trade Forum, Festival Kuliner, Coffee Competition, Kompetisi Model Bisnis Sirkular, serta Fashion Show Wastra.
“Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang promosi produk UMKM, tetapi juga menghasilkan transaksi bisnis, memperluas jejaring kemitraan, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM Sulawesi Tenggara,” kata Edwin saat opening ceremony Sultra Maimo 2026 di Atrium The Park Kendari, Jumat (7/8).
Sultra Maimo 2026 berlangsung di The Park Kendari pada 2–9 Agustus 2026 sebagai hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Bank Indonesia dalam mendorong penguatan ekosistem UMKM di daerah.












