NASIONAL, Lensainformasi.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemangku kepentingan memperkuat literasi dan inklusi keuangan generasi muda melalui program Pramuka Cerdas Keuangan dalam rangkaian Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta, Selasa (18/8).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2026 yang ditujukan untuk membekali generasi muda dengan kecakapan mengelola keuangan secara bijak, membangun perilaku finansial yang positif, serta mempersiapkan kebutuhan dan tujuan keuangan sejak usia dini.
Sebanyak 3.500 anggota Pramuka Penggalang mengikuti kegiatan edukasi yang dilaksanakan secara hybrid tersebut.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan kemampuan mengelola keuangan perlu dibangun sejak usia muda melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.
Hal tersebut disampaikannya dalam Talkshow Leaders Insight Pramuka Cakap Keuangan dalam rangkaian LIKE IT 2026, Selasa (18/8/2026).
Menurut Dicky, generasi muda perlu memiliki kemampuan mengambil keputusan keuangan secara bijak dan tidak mudah terpengaruh tren maupun gaya hidup.
“Kunci masa depan yang kita bisa lakukan itu ada di cara kita mengelola keuangan. Mengelola keuangan itu artinya adalah jalan menuju bahagia,” kata Dicky.
Ia juga menekankan pentingnya membangun perilaku keuangan yang positif melalui kebiasaan sederhana, seperti menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan.
Talkshow tersebut turut menghadirkan Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen RI Prof. Atip Latipulhayat, serta Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar Utomo.
Anis Byarwati mengatakan kebiasaan finansial perlu dibangun sejak dini, tidak hanya untuk kepentingan individu, tetapi juga memiliki dampak terhadap perekonomian nasional.
“Satu kebiasaan baik menabung sejak dini membangun karakter finansial untuk masa depan Indonesia,” ujar Anis.
Ia mengatakan, perspektif menabung perlu ditempatkan bukan sekadar sebagai aktivitas finansial, tetapi sebagai bagian dari fondasi pembentukan karakter finansial.
Sementara itu, Prof. Atip Latipulhayat menyampaikan bahwa literasi keuangan menjadi salah satu fondasi dalam Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Literasi keuangan bukan hanya terkait menghitung uang, tetapi juga membentuk perilaku mampu menahan diri dari keinginan konsumtif. Anak yang mampu membentuk perilaku dalam mengendalikan tubuh dan emosinya lewat 7 kebiasaan ini akan lebih mudah mengendalikan keuangannya saat dewasa nanti,” kata Atip.
Sekjen Kwarnas Gerakan Pramuka Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar Utomo menilai pembiasaan menabung dan mengelola keuangan secara bijak sejalan dengan nilai-nilai kepramukaan.
“Urusan menabung ini ada kaitannya dengan Dasa Dharma ketujuh: hemat, cermat, dan bersahaja,” tutur Bachtiar.
Menurutnya, kebiasaan menabung sejak usia muda juga dapat membantu membentuk jiwa kewirausahaan di masa depan.
Edukasi Keuangan Digelar 15–20 Agustus
Rangkaian edukasi keuangan dalam Jambore Nasional XII Tahun 2026 dilaksanakan pada 15–16 dan 18–20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur. Kegiatan tersebut ditujukan bagi anggota Pramuka Penggalang berusia 11–15 tahun.
Peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menabung, pengelolaan keuangan secara bijak, pengenalan produk dan layanan jasa keuangan, serta pemahaman mengenai peran dan fungsi OJK, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam ekosistem sektor keuangan.
Program Pramuka Cerdas Keuangan dilaksanakan OJK bersama Kementerian Keuangan, BI, dan LPS dengan bersinergi bersama Kwarnas Gerakan Pramuka sebagai bagian dari LIKE IT 2026.
Kolaborasi OJK dan Kwarnas Gerakan Pramuka dalam penguatan kecakapan keuangan telah terjalin sejak 2023 melalui revisi Syarat Kecakapan Khusus (SKK) Penabung dan SKK Cakap Keuangan.
Implementasi kedua SKK tersebut menjadi salah satu upaya berkelanjutan untuk membekali anggota Pramuka dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola keuangan.
7.500 Peserta Kunjungi Tenda Kampung Finansial
Selain Leaders Insight, edukasi keuangan juga dilakukan melalui Tenda Kampung Finansial dengan sistem rotasi selama pelaksanaan Jambore Nasional XII.
Di lokasi tersebut, anggota Pramuka memperoleh edukasi dari OJK, BI, Kementerian Keuangan, LPS, serta sejumlah pelaku industri jasa keuangan melalui berbagai aktivitas interaktif, seperti talkshow, permainan, kuis edukatif, dan booth edukasi keuangan.
Hingga rangkaian kegiatan berakhir, sekitar 7.500 anggota Pramuka atau peserta Jambore Nasional XII tercatat telah mengunjungi Tenda Kampung Finansial.
Konsep tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal lebih dekat produk dan layanan jasa keuangan sekaligus memahami penggunaannya secara bijak sesuai kebutuhan dan kemampuan.
Rangkaian kegiatan juga dilengkapi agenda Pramuka Goes to Office ke Kantor Pusat OJK pada 18–20 Agustus 2026. Peserta terpilih berkesempatan mengunjungi Kantor Pusat OJK dan memperoleh edukasi secara langsung mengenai peran serta fungsi OJK sebagai regulator dan pengawas sektor jasa keuangan, termasuk upaya meningkatkan literasi keuangan dan pelindungan konsumen.
Melalui rangkaian Pramuka Cerdas Keuangan tersebut, OJK bersama para pemangku kepentingan mendorong generasi muda agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap finansial yang positif, termasuk membangun budaya menabung serta menggunakan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan.










