KENDARI, Lensainformasi.com – Satria Wakumoro memastikan diri sebagai juara Piala Soeratin U-17 tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) 2026. Gelar tersebut diraih setelah menundukkan Wonua Bombana dengan skor tipis 1-0 pada partai final yang berlangsung, Rabu (9/9/2026).
Kemenangan itu sekaligus mengantarkan Satria Wakumoro menjadi wakil Sultra pada putaran nasional Piala Soeratin U-17 di Yogyakarta.
Pertandingan final berlangsung sengit. Satria Wakumoro akhirnya mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir dan mengamankan gelar juara kompetisi sepak bola usia muda tingkat Sultra tersebut.
Namun, gelar juara bukan menjadi akhir perjalanan bagi skuad Wakumoro. Tantangan berikutnya sudah menanti di tingkat nasional.
Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra, Dr. Sofyan, S.E., M.M., mengatakan keberhasilan menjadi juara harus diikuti dengan persiapan menghadapi kompetisi berikutnya.
“Kepada tim yang menjadi juara, perjuangan belum selesai. Justru tanggung jawab berikutnya semakin besar karena pemenang akan menjadi wakil Sulawesi Tenggara pada putaran selanjutnya di Yogyakarta,” ujar Sofyan.
Ia berharap Satria Wakumoro mampu membawa nama Sultra dengan baik di tingkat nasional sekaligus menunjukkan kemampuan dan mental bertanding para pemain muda daerah.
Menurut Sofyan, Piala Soeratin tidak hanya menjadi ajang untuk menentukan tim terbaik, tetapi juga bagian dari proses pembinaan dan regenerasi sepak bola di Sultra.
“Kita membutuhkan kompetisi yang berkelanjutan agar anak-anak muda kita memiliki ruang untuk bertanding, mengasah kemampuan, membangun mental, sekaligus belajar tentang disiplin dan sportivitas,” katanya.
Sofyan menegaskan, pembinaan sepak bola tidak boleh berhenti setelah satu kompetisi selesai. Kompetisi yang berkesinambungan diperlukan untuk membuka ruang bagi pemain muda dalam mengembangkan kemampuan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara KONI, PSSI, pemerintah daerah, klub sepak bola, sekolah, pelatih, orang tua, dunia usaha, dan masyarakat olahraga dalam membangun ekosistem pembinaan atlet.
“Kalau pembinaannya kita jaga bersama, kompetisinya kita hidupkan, dan atlet-atlet kita berikan ruang untuk berkembang, saya percaya sepak bola Sulawesi Tenggara akan memiliki masa depan yang semakin baik,” ujarnya.
Sofyan juga memberikan apresiasi kepada Satria Wakumoro dan Wonua Bombana yang telah mencapai partai final. Ia meminta para pemain tetap menjunjung sportivitas dan menghargai lawan.
Bagi tim yang belum berhasil meraih gelar juara, ia berpesan agar kekalahan tidak menjadi akhir perjalanan.
“Justru dari situlah mental juara dibentuk,” katanya.
Penutupan Piala Soeratin U-17 Sultra 2026 berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang jatuh pada 9 September.
Sofyan mengatakan momentum tersebut menjadi pengingat bahwa olahraga tidak hanya berbicara mengenai medali dan kemenangan, tetapi juga membangun manusia yang sehat, disiplin, bertanggung jawab, dan berkarakter.
“Kita jadikan Piala Soeratin U-17 ini sebagai bagian dari komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan pembinaan sepak bola di Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
KONI Sultra, lanjut dia, akan terus mendorong agar atlet-atlet muda yang lahir dari berbagai kompetisi mendapatkan ruang pembinaan dan kompetisi yang baik.
Ia berharap kompetisi usia muda dapat melahirkan pemain yang tidak hanya berprestasi di klub, tetapi juga mampu memperkuat tim Sultra hingga membawa nama daerah ke tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Ketua Panitia Piala Soeratin U-17 Sultra 2026, Iptu H. Mursadin, S.H., M.H., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan kompetisi yang berlangsung pada 5 hingga 9 September 2026.
“Alhamdulillah, kendati dihadapkan pada kendala cuaca dan keterbatasan anggaran, kami bersama panitia dan seluruh tim berupaya maksimal sehingga Piala Soeratin ini dapat berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif,” ujar Mursadin.
Ia menyebut Pemerintah Provinsi Sultra turut memberikan apresiasi atas kinerja panitia yang ditunjuk langsung oleh Asprov PSSI Sultra.
Mursadin juga menyampaikan pesan kepada kedua finalis setelah pertandingan berakhir.
“Bagi tim juara, jaga diri, jaga kesehatan, dan teruslah berlatih. Bagi runner-up, jangan berkecil hati dan teruslah berlatih. Hanya ada satu perwakilan yang akan melaju ke tingkat nasional, maka persiapkan diri dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Dengan gelar juara di tingkat provinsi, Satria Wakumoro kini bersiap menghadapi tantangan baru di Yogyakarta. Perjuangan mereka membawa nama Sulawesi Tenggara pun berlanjut ke panggung nasional.










