KENDARI, Lensainformasi.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Markas Komando Resor Militer (Korem) 143/Halu Oleo (HO), Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, berlangsung hangat dan merakyat, Senin (5/10/2026).
Alih-alih menggelar pesta kemewahan, Korem 143/HO memilih mengusung konsep sederhana yang berfokus menyentuh langsung masyarakat serta memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Danrem 143/HO, Brigjen TNI Harun Wahyu Sugiharto, mengungkapkan bahwa kebahagiaan Hari Jadi TNI sejatinya adalah kebahagiaan milik masyarakat. Oleh karena itu, seluruh rangkaian kegiatan yang telah berjalan sejak 18 September lalu didominasi oleh aksi bakti sosial.
“Pesan dari pimpinan, di HUT TNI ini kita boleh berbahagia, tetapi harus berbahagia bersama masyarakat. Makanya kegiatannya kami buat sederhana dan benar-benar menyentuh warga, mulai dari bakti sosial hingga makan bersama,” ujar Brigjen TNI Harun Wahyu Sugiharto usai kegiatan di Mako Korem 143/HO.
Bentuk nyata kepedulian terhadap ekonomi kerakyatan terlihat saat Korem 143/HO memborong dagangan dari 30 pedagang UMKM gerobakan di sekitar Kendari.
Dari puluhan UMKM tersebut, disiapkan sekitar 3.000 porsi makanan gratis yang dinikmati bersama oleh masyarakat setempat dan personel TNI.
Danrem menegaskan bahwa pihaknya sengaja tidak memesan makanan dari restoran besar demi memberi dampak ekonomi langsung kepada para pedagang kecil.
“Kami sengaja merangkul dan memberdayakan UMKM lokal gerobakan, bukan memesan dari restoran. Makanan ini disajikan agar masyarakat dan anggota TNI bisa duduk bersama, makan bareng, dan saling berkomunikasi dengan akrab,” ungkapnya.
Sebelum puncak acara, Korem 143/HO telah menggelar berbagai kegiatan bakti sosial yang dirasakan langsung manfaatnya oleh warga, seperti donor darah, sunatan massal, renovasi masjid, hingga perbaikan panti asuhan. Selain itu, diadakan pula lomba olahraga kemasyarakatan seperti orienteering.
Brigjen TNI Harun kembali menekankan pentingnya doktrin 8 Wajib TNI agar para prajurit senantiasa bersikap humanis dan menjauhi tindakan yang dapat menyakiti hati rakyat.
“TNI harus selalu manunggal dengan rakyat. Kepercayaan tinggi yang diberikan masyarakat kepada TNI saat ini harus terus kita jaga. Jika ada anggota yang melanggar atau menyakiti masyarakat, tentu akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.










