Pemprov Sultra Salurkan Bantuan Pangan Jelang Lebaran, 10 Kg Beras dan 2 Liter Minyak untuk Setiap KPM

KENDARI, Lensainformasi.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah memastikan bantuan pangan bagi masyarakat tersalurkan sebelum Lebaran.

Bacaan Lainnya

Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng.

Program ini diharapkan mampu membantu menjaga daya beli masyarakat serta memastikan kebutuhan pokok tetap terpenuhi di tengah meningkatnya konsumsi menjelang hari raya.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 yang digelar di Aula Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Jumat (27/2/2026).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Sultra, Asrun Lio, dan dihadiri Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional, Andriko Noto Susanto, serta unsur Forkopimda dan perangkat daerah terkait.

Sekretaris Daerah Sultra, Asrun Lio, menegaskan bahwa Pemprov Sultra terus memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan masyarakat dapat mengakses pangan yang cukup, aman, dan terjangkau.

Ia menjelaskan, pengawasan difokuskan pada tiga aspek utama. Pertama, aspek harga, yakni pengendalian penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) baik di tingkat produsen maupun konsumen.

Pemerintah tidak akan mentoleransi praktik manipulasi, termasuk pelabelan beras medium sebagai premium untuk dijual dengan harga lebih tinggi.

Kedua, aspek keamanan pangan, dengan memastikan seluruh bahan pangan yang beredar memenuhi standar keamanan secara fisik, kimia, dan biologi. Pengawas pangan provinsi hingga kabupaten/kota akan diterjunkan secara intensif ke lapangan.

Ketiga, aspek mutu pangan, melalui pengawasan klasifikasi dan kualitas komoditas, termasuk pemisahan beras premium dan medium agar sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Pemerintah Provinsi Sultra berkomitmen menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat menjelang Lebaran,” ujar Sekda.

Sementara itu, Deputi Badan Pangan Nasional, Andriko Noto Susanto, menegaskan bahwa sesuai arahan Presiden, stabilitas harga pangan menjelang hari besar keagamaan menjadi prioritas nasional.

Satgas di daerah diminta tidak hanya memberikan imbauan, tetapi juga melakukan penindakan tegas terhadap pelanggaran.

Dalam menjaga pasokan, Perum Bulog juga diminta bertanggung jawab penuh memastikan ketersediaan beras dan minyak goreng tetap aman. Jika terjadi gejolak harga, langkah koordinasi lintas instansi akan segera dilakukan.

Selain itu, pemerintah juga merealisasikan program Jagung SPHP pada awal Maret 2026 setelah calon penerima manfaat teridentifikasi. Melalui program ini, peternak dapat memperoleh jagung dengan harga Rp5.500 per kilogram guna menekan biaya produksi serta menjaga stabilitas harga produk peternakan.

Melalui berbagai langkah strategis tersebut, Pemprov Sultra optimistis stabilitas pangan daerah tetap terjaga dan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan tenang dan nyaman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *