KONAWE SELATAN, Lensainformasi.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Bumi Raya menetapkan digitalisasi desa sebagai salah satu prioritas utama dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2025.
Keputusan ini diambil dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang) yang digelar pada Jumat, 31 Januari 2025.
Kepala Desa Bumi Raya, Bio Habri Oktora menjelaskan bahwa digitalisasi desa akan menjadi fondasi utama dalam perencanaan pembangunan ke depan.
Salah satu konsep yang akan diterapkan adalah pemetaan spasial yang memungkinkan pemerintah desa merancang pembangunan secara lebih terstruktur dan efisien.
“Dengan pemetaan spasial, kami bisa merencanakan pembangunan infrastruktur seperti jalan, drainase, serta sistem air bersih secara terintegrasi. Ini akan menghindari pekerjaan ganda yang berpotensi membuang anggaran desa,” ujar Habri.
Selain pemetaan spasial, digitalisasi desa juga akan membantu dalam perencanaan pembangunan jangka panjang termasuk pemetaan pemukiman, jalan usaha tani, serta pengelolaan data desa secara lebih modern.
Dalam Musrenbang ini, pemerintah desa juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang menunjang aktivitas masyarakat seperti pendirian sanggar seni sebagai pusat kegiatan warga.
“Kami ingin membangun satu titik utama untuk kegiatan masyarakat, agar tidak terpecah dalam kelompok-kelompok kecil. Dengan adanya sanggar seni, kegiatan sosial dan budaya masyarakat bisa lebih terorganisir dan berkembang lebih baik,” kata Habri.
Lebih lanjut, Habri menuturkan Musrenbang ini juga menegaskan bahwa seluruh program yang dirancang pemerintah desa tetap mengacu pada hasil Musyawarah Desa (Musdes) sebelumnya.
Dengan demikian, perencanaan pembangunan tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung visi pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesejahteraan warga.










