KENDARI, Lensainformasi.com – Kabupaten Kolaka Timur ditetapkan sebagai tuan rumah pelaksanaan Jambore Tangguh Bencana 2025 yang akan berlangsung pada 19-21 April 2025.
Pemilihan Kolaka Timur sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan, mengingat daerah ini mengalami lebih dari 300 kali guncangan gempa dalam beberapa waktu terakhir.
Jambore Tangguh Bencana merupakan salah satu program inovatif Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR) dan Wakil Gubernur Sultra Hugua yang masuk dalam quick win 100 hari kerja.
Kepala BPBD Sultra, Muhammad Yusuf, menjelaskan bahwa pemilihan Kolaka Timur sebagai lokasi jambore bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, khususnya gempa bumi.
“Kami ingin masyarakat lebih memahami bagaimana menghadapi situasi darurat akibat bencana. Jika mereka memiliki pengetahuan yang cukup, maka risiko bencana bisa diminimalkan, baik dari segi korban jiwa maupun kerugian material,” ujar Muhammad Yusuf.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kolaka Timur, Dewa Made Ratmawan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemprov Sultra kepada daerahnya sebagai tuan rumah.
“Kami berterima kasih kepada Pemprov Sultra karena telah menunjuk Kolaka Timur sebagai tuan rumah. Kami siap menyukseskan kegiatan ini dengan memastikan kesiapan lokasi serta sarana pendukung lainnya,” ungkapnya.
Rencananya, kegiatan jambore akan dipusatkan di Kecamatan Lalolae, yang merupakan salah satu wilayah terdampak gempa di Kolaka Timur.
Dengan adanya Jambore Tangguh Bencana ini, Dewa Made Ratmawan berharap kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana semakin meningkat, sehingga risiko akibat bencana dapat diminimalkan.
“Harapan kami, melalui kegiatan ini, masyarakat Kolaka Timur dan Sulawesi Tenggara secara umum dapat lebih memahami pentingnya mitigasi bencana serta memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana di masa depan,” pungkasnya.












