KONAWE SELATAN, Lensainformasi.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Selatan (Pemda Konsel) menyatakan dukungan penuh terhadap program konsolidasi tanah yang digagas oleh Kantor Pertanahan (Kantah)/BPN Konsel.
Program ini akan dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Desa Sanggi-Sanggi Kecamatan Palangga dan Kelurahan Potoro Kecamatan Andoolo sebagai bagian dari penataan wilayah untuk pengembangan kawasan perkotaan.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Amran dalam hal ini mewakili Bupati Konsel Irham Kalenggo, menyampaikan bahwa program konsolidasi tanah sejalan dengan visi misi pemerintah daerah melalui Program sehat, cerdas dan sejahtera (SETARA).
“Kami berharap program ini memberikan manfaat nyata bagi pembangunan Konawe Selatan, khususnya dalam membuka ruang pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar H. Amran saat menghadiri Sosialisasi Perencanaan Konsolidasi Tanah dan Penetapan Lokasi Materi Teknis Konsolidasi Tanah Tahun 2025 di Ruang Rapat BPN Konsel, Rabu (7/5/2025).
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif BPN Konawe Selatan yang telah menetapkan lokasi konsolidasi tanah dan menginisiasi sosialisasi kepada masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara BPN dan Pemda menjadi kunci keberhasilan program ini.
“Melalui konsolidasi tanah, kita dapat menata kembali penguasaan dan pemanfaatan tanah agar sesuai dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Ini penting, agar pembangunan yang dilakukan masyarakat maupun pemerintah berjalan tertib dan sesuai aturan,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa Desa Sanggi-Sanggi dan Kelurahan Potoro dipilih karena termasuk dalam kawasan pengembangan kota yang membutuhkan penataan ulang.
Program ini juga akan mendorong terciptanya lingkungan yang nyaman, legalitas formal atas kepemilikan tanah dan peningkatan nilai ekonomi lahan warga.
Program ini menargetkan konsolidasi pada 90 bidang tanah di tahun 2025.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program dua tahun sebelumnya yang perlu ditingkatkan realisasinya.
Lebih lanjut, Ia berharap masyarakat dapat memberikan dukungan penuh karena manfaatnya sangat besar, termasuk dari sisi peningkatan nilai jual tanah serta mempercepat pembangunan infrastruktur.
“Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama suksesnya konsolidasi tanah. Dengan adanya legalitas dan penataan wilayah, kita dapat mewujudkan Konawe Selatan yang sehat, cerdas dan sejahtera,” pungkas H. Amran.












