HRD Hotel D’Blitz Kendari Bantah Pecat Karyawan Secara Sepihak

KENDARI, Lensainformasi.com – HRD Hotel D’Blitz Kendari, Juni membantah tuduhan sejumlah Eks karyawan Hotel D’Blitz yang dipecat secara sepihak oleh manajemen hotel.

Juni mengaku sudah menjalankan sesuai SOP yang diberlakukan di Hotel D’Blitz.

Bacaan Lainnya

“Semua tuduhan yang di publikasi di media semuanya tidak betul. Kalau karyawannya memang betul mereka bekerja pernah bekerja disini,” katanya saat dihubungi, Jumat (8/8/2025).

Terkait karyawan yang dikeluarkan secara sepihak, kata dia, itu juga tidak benar karena pihaknya telah menjalankan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.

“Perusahaan juga sudah punya aturan terkait SP satu dan seterusnya. Tidak mungkin kita mengeluarkan karyawan begitu saja. Dan karyawan ini juga mereka bukan karyawan kontrak masih dalam training dalam 3 bulan,” ungkapnya.

Dia juga mengaku, bahwa karyawan tersebut sering membuat kesalahan yang sama. Sehingga tak ada toleransi untuk dipertahankan.

“Kami juga sudah memberikan beberapa teguran tapi mereka ulangi kesalahan yang sama. Karena mungkin mereka salah sehingga minta untuk keluar. Bukan kami yang keluarkan. Mereka minta sendiri,” pungkasnya.

Sebelumnya, diberitakan sejumlah karyawan di pecat secara sepihak hingga gaji tak di bayar.

Salah seorang eks karyawan menceritakan, bahwa dirinya telah bekerja selama hampir satu tahun di hotel tersebut dengan gaji sebesar Rp2 juta. Namun, anehnya selama masa kerja tersebut, tidak pernah menerima kontrak kerja yang dijanjikan.

“Saya dijanjikan kontrak kerja akan diberikan setelah tiga bulan bekerja oleh General Manager Hotel D’Blitz, Mukhlis Anwar. Tapi kenyataannya, kurang lebih hampir satu tahun bekerja, kontraknya tidak pernah dikeluarkan,” ujarnya, Kamis (7/8/2025).

Dia juga menilai, bahwa sistem manajemen hotel D’Blitz sangat bobrok dan tidak profesional. Karena seharusnya manajemen dalam hal ini HRD memberikan surat peringatan (SP) ketika melakukan pelanggaran.

Tetapi sayangnya, manajemen langsung melakukan pemecatan secara sepihak. Bahkan dia mengaku langsung di keluarkan dari grup tanpa adanya konfirmasi terlebih dulu.

Ia juga menuturkan bahwa hampir tidak ada karyawan yang bertahan bekerja. Karena Manajemen sering dipersulit secara internal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *