Cegah Penipuan Digital, BI Sultra Gandeng OJK Edukasi Komunitas Difabel soal Layanan Keuangan

KENDARI, Lensainformasi.com – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengawali langkah baru dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan.

Untuk pertama kalinya, BI Sultra menghadirkan talk show khusus yang melibatkan komunitas difabel, agen laku pandai, serta peserta QRIS Jelajah Budaya Indonesia.

Bacaan Lainnya

Mengusung tema “Membangun Inklusi Keuangan”, kegiatan yang digelar di salah satu hotel di Kendari itu menghadirkan pemateri dari BI Sultra, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Sabtu (16/8).

Materi yang disampaikan mencakup perlindungan konsumen, pemanfaatan layanan keuangan, hingga edukasi cara membedakan uang asli dengan palsu.

Kepala KPw BI Sultra, Edwin Permadi, menekankan bahwa literasi keuangan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Teman-teman penyandang disabilitas juga perlu memahami literasi keuangan, sebab potensi menjadi korban penipuan bisa menimpa siapa saja, baik dalam transaksi digital maupun nontunai,” tegas Edwin.

Edwin menambahkan, kegiatan ini akan dijadikan agenda rutin sebagai upaya memperluas jangkauan edukasi keuangan di Sultra.

“Kami juga menggandeng OJK untuk memberikan pemahaman lebih dalam tentang produk jasa keuangan agar peserta bisa menyebarkan kembali ilmu yang diperoleh kepada lingkungannya,” tambahnya.

Antusiasme peserta terlihat jelas. Samsuddin dari Komunitas Runguwicara mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru.

“Terima kasih kepada penyelenggara, ini pengalaman berharga bagi kami,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Nurul, salah satu peserta, yang kini semakin tertarik menggunakan QRIS.

“Selain bertemu teman-teman baru, saya jadi tahu lebih banyak tentang layanan keuangan. Saya senang bisa ikut kegiatan ini,” katanya.

Langkah BI Sultra ini menjadi momentum penting dalam mendorong inklusi keuangan, khususnya bagi kelompok difabel, sekaligus memperkuat komitmen bersama mewujudkan masyarakat yang melek finansial di Sulawesi Tenggara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *