KENDARI, Lensainformasi.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebut perkembangan harga minyak dunia masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi perekonomian, baik secara nasional maupun di daerah.
Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, saat diwawancarai Lensainformasi usai menghadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Sultra, Rabu (1/7/2026).
Bismi menjelaskan, kondisi perekonomian sangat dipengaruhi oleh dinamika harga minyak global. Menurutnya, memasuki 1 Juli 2026 harga minyak dunia mulai menunjukkan perbaikan yang diperkirakan akan berdampak pada sejumlah sektor ekonomi.
“Kondisi ekonomi memang sangat dipengaruhi oleh harga minyak global. Saat ini, per 1 Juli, harga minyak dunia sudah mulai membaik. Kondisi tersebut tentu akan berpengaruh terhadap beberapa sektor ekonomi,” ujarnya.
Ia mengatakan, perubahan harga minyak dunia dapat memengaruhi sejumlah indikator ekonomi, di antaranya tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta konsumsi masyarakat.
Menurut Bismi, OJK akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan ekonomi sekaligus mendorong kebijakan mikroprudensial guna menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi di Bumi Anoa.
“Kami dari OJK akan terus memantau perkembangan tersebut dan mendorong kebijakan mikroprudensial agar pergerakan ekonomi di Sulawesi Tenggara tetap berjalan secara normal dan berkesinambungan,” katanya.
Terkait kondisi perekonomian Sulawesi Tenggara, Bismi mengungkapkan bahwa OJK terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam memantau perkembangan indikator ekonomi daerah.
Ia menyampaikan, berdasarkan hasil koordinasi tersebut, inflasi di Sulawesi Tenggara mengalami peningkatan. Untuk menjaga stabilitas ekonomi, sejumlah langkah telah dilakukan oleh Bank Indonesia bersama OJK dan instansi terkait.
“Kami terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia. Dari hasil koordinasi tersebut, tingkat inflasi di Sulawesi Tenggara mengalami peningkatan. Berbagai langkah telah dilakukan bersama untuk memastikan kondisi perekonomian daerah tetap terjaga,” tutupnya.












