Bangun Ekosistem Keuangan Bersih dan Akuntabel, OJK Luncurkan Strategi Pengawasan Terintegrasi

NASIONAL, Lensainformasi.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya memperkuat integritas, akuntabilitas, dan tata kelola sektor jasa keuangan sebagai fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Sophia Wattimena, dalam kegiatan Governansi Insight Forum (INFO) bertema “Bersama OJK Membangun Sektor Jasa Keuangan Berintegritas” yang berlangsung di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Padang, Selasa.

Bacaan Lainnya

“Pembangunan ekonomi tidak akan berkelanjutan tanpa integritas dan tata kelola yang baik. Tindakan kecurangan dan korupsi merupakan hambatan besar bagi pembangunan,” tegas Sophia.

Ia menambahkan, penerapan tata kelola yang baik bukan sekadar pemenuhan regulasi, tetapi pilar utama bagi stabilitas sektor jasa keuangan yang mengelola kepercayaan masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi di semua daerah.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan forum tersebut.

Ia menegaskan komitmen Pemprov Sumbar mendorong penguatan Governance, Risk, and Compliance (GRC), khususnya di BUMD agar kontribusinya terhadap ekonomi daerah semakin optimal.

“Perbaikan tata kelola dan penegakan integritas memerlukan penyatuan visi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar pertumbuhan ekonomi terwujud secara adil dan merata,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi meyakini forum ini dapat mempercepat transformasi sektor jasa keuangan menjadi lebih transparan, akuntabel, serta berintegritas dalam mencegah praktik fraud dan korupsi.

Dalam forum ini, OJK memaparkan strategi penguatan pencegahan kecurangan berbasis empat pilar:

Assess, Prevent, Detect, dan Respond.

Model tersebut telah diterapkan secara internal dengan capaian Skor SPI OJK 84,87 (kategori Terjaga) dan menjadi kewajiban bagi seluruh Lembaga Jasa Keuangan melalui POJK 12/2024 tentang Strategi Anti-Fraud.

OJK juga memperkuat pengawasan dengan teknologi SupTech, antara lain:

OSIDA (OJK Suptech Integrated Data Analytics) untuk deteksi anomali

SIPELAKU untuk memantau rekam jejak pelaku industri yang terlibat fraud

Governansi Insight Forum menjadi langkah konkret kolaborasi OJK bersama Pemda, KPK, dan BPKPdalam memperkuat ekosistem sektor jasa keuangan yang kredibel dan anti-fraud.

Dengan sinergi yang kuat, sektor jasa keuangan di Sumatera Barat diharapkan semakin tangguh dari risiko kecurangan, serta mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional secara berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *