Rekam Jejak 2025: Prestasi BI Sultra Pacu Pertumbuhan Ekonomi Syariah di Kawasan Timur Indonesia

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara. Foto : Hardiyanto

KENDARI, Lensainformasi.com – Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah menapaki babak baru dalam pengembangan ekonomi syariah. Upaya yang konsisten dilakukan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sultra mempersembahkan capaian nyata yang semakin mempertegas posisi daerah Bumi Anoa sebagai salah satu motor penggerak ekonomi dan keuangan syariah di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Puncak keberhasilan itu ditorehkan pada 23 Oktober 2025, saat BI Sultra meraih dua rekor bergengsi sekaligus. Rekor MURI dicatatkan melalui pelaksanaan Literasi Keuangan Syariah terbanyak di kalangan mahasiswa, dengan melibatkan 3.164 mahasiswa IAIN Kendari, melesat jauh di atas rekor sebelumnya yang berjumlah 1.693 peserta.

Bacaan Lainnya

Tak berhenti di situ, prestasi kian lengkap dengan raihan rekor dunia dalam penciptaan 2.173 investor baru di instrumen saham dan reksa dana syariah dari kampus yang sama, melampaui pencapaian nasional terdahulu sebanyak 2.000 investor.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi (kanan) saat menerima Rekor Muri Literasi Keuangan Syariah terbanyak kepada Mahasiswa di IAIN Kendari. Foto : Istimewa

Capaian prestisius ini merupakan buah kolaborasi BI Sultra bersama IAIN Kendari, BEI Sultra dan MNC Sekuritas yang menunjukkan penguatan inklusi keuangan syariah bukan lagi wacana, melainkan gerakan nyata dan berdampak luas bagi generasi muda Sultra.

Dengan dukungan Bank Indonesia, ekonomi syariah kini semakin dekat, semakin dipahami, dan semakin menjadi pilihan masyarakat. Namun, rekor tentu bukan tujuan akhir BI Sulta, melainkan penanda bahwa minat dan partisipasi publik terhadap instrumen keuangan syariah kian tumbuh pesat aset paling berharga untuk mendorong pasar yang lebih dalam dan inklusif.

Mahasiswa: Mitra Strategis BI Sultra dalam Membangun Ekosistem Syariah

Dengan program edukasi yang menyentuh mahasiswa tidak hanya menjadi penerima ilmu, tetapi aktif menjadi edukator sebaya, penggerak konten digital literasi dan pembawa pesan ke keluarga serta masyarakat luas. BI Sultra memposisikan generasi muda sebagai salah satu ujung tombak perubahan.

Duta Kampus IAIN Kendari 2024, Dwi Nurhalimah saat ditemui Lensainformasi. Foto : Hardiyanto

Duta Kampus IAIN Kendari 2024 sekaligus Duta QRIS 2023, Dwi Nurhalimah bangga atas kolaborasi antara BI Sultra dan IAIN Kendari yang berhasil mencetak rekor dunia.

Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan semata soal angka partisipasi mahasiswa, tetapi bukti keseriusan BI Sultra memperkuat literasi ekonomi syariah di kalangan generasi muda.

“Mahasiswa kini dipandang sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem ekonomi syariah di Sultra,” kata Dwi saat ditemui Lensainformasi, pada Selasa (4/11/2025).

Sebagai alumni peserta QRIS Jelajah Budaya Indonesia (QJI) Sultra 2025, Dwi menyebut edukasi Bank Indonesia mendorong mahasiswa untuk disiplin keuangan, menabung dan berinvestasi syariah, bukan sekadar konsumsi.

Selain itu, menurut Dwi, program BI Sultra tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga membawa dampak luas bagi masyarakat. Karena itu, ia berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan semakin diperkuat.

Ekosistem Halal di Bumi Anoa: UMKM, Wisata, dan Pembiayaan Adil

Kemajuan ekonomi syariah di Sultra bukan hanya tentang angka di laporan, melainkan kerja lapangan yang konsisten. Terdapat sejumlah aspek utama pendorong seperti akses pembiayaan yang lebih adil bagi pelaku usaha, peneguhan standar halal dari hulu ke hilir serta layanan destinasi wisata yang ramah muslim.

Melalui sinergi lintas lembaga, pemerintah daerah, BI, bank syariah, lembaga sertifikasi, kampus dan komunitas. Arah kebijakan menjadi nyata dirasakan hingga UMKM mulai memahami pembukuan, konsumen percaya pada label halal, dan destinasi wisata menetapkan standar layanan.

Pencapaian Nyata 2025: Rentetan Program Kreatif dan Transformatif BI Sultra

Akselerasi pertumbuhan ekonomi syariah terus digalakkan oleh BI Sultra. Sepanjang tahun 2025, sederet agenda dihelat untuk memperkuat rantai nilai halal (halal value chain), meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, serta memperluas akses pasar dan pembiayaan syariah di Bumi Anoa.

Gerbang tranformasi dimulai pada 20–22 Juni 2025 melalui perhelatan Sultra Maimo di The Park Kendari. Bukan sekadar forum pameran UMKM, ajang ini menjadi ruang bertemunya pelaku usaha, perbankan, asosiasi, dan pemerintah lintas level demi memastikan ekosistem halal di Sultra kian terhubung dari hulu hingga hilir.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi saat ditemui awak media di kegiatan Sultra Maimo 2025 di The Park Kendari. Foto : Hardiyanto

Kepala KPw BI Sultra, Edwin Permadi mengungkapkan pergelaran Sultra Maimo 2025 berhasil mencatatkan total transaksi sebesar Rp13 miliar.

“Capaian tersebut berasal dari penjualan produk UMKM selama pameran senilai Rp3,05 miliar, serta melalui transaksi dari pembiayaan perbankan atau business matching antara perbankan syariah maupun konvensional dengan pengusahan UMKM lokal mencapai Rp10 miliar,” jelas Edwin Permadi kepada Lensainformasi, pada Kamis 26 Juni 2025.

Aktivitas business matching itu diikuti berbagai lembaga keuangan, mulai dari BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank Sultra, hingga Pegadaian Syariah. Angka transaksi tersebut menjadi cerminan kuat antusiasme masyarakat dan dunia usaha terhadap pengembangan UMKM lokal serta komitmen Bank Indonesia untuk terus mendukung pertumbuhan sektor riil.

Tak berhenti di situ, pada 23–25 Juli 2025, BI Sultra kembali memfasilitasi pelaku usaha syariah mengikuti INABUYER B2B2G Expo 2025. Melalui sesi business matching ini, UMKM dapat menjalin kerja sama dengan pembeli domestik dan global, menguji daya saing produk, hingga membuka kanal pemasaran yang lebih luas dan pasti.

Penguatan kapasitas terus dilanjutkan melalui bootcamp Industri Kreatif Syariah (IKRA) pada 7–10 Agustus 2025. Pelaku usaha dibekali pelatihan kurasi mutu dan pengemasan yang lebih modern agar produk lebih siap bersaing di pasar halal nasional.

Akselerasi hulu-hilir kembali digenjot pada 26–28 Agustus 2025, showcasing produk UMKM anggota IKRA digelar di forum koordinasi kebijakan daerah. Tujuannya, memperkenalkan produk halal lokal di hadapan para pemangku kebijakan sehingga dukungan pemerintah dapat lebih terarah dan berkelanjutan.

Selanjutnya pada 29 Agustus–1 September 2025, UMKM wastra dan makanan-minuman binaan BI Sultra turut berkompetisi dalam Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI). Saat ini, terdapat 50 UMKM binaan BI Sultra di sektor wastra dan olahan makanan-minuman.

Momentum edukasi dan jejaring meluas memasuki kuartal terakhir. ISEF ke-12 (8–12 Oktober 2025)menjadi panggung literasi besar yang mempertemukan pembiayaan, teknologi, dan tren ekonomi syariah untuk dapat diadaptasi di Sultra.

Sinergi geliat ekonomi syariah juga dilakukan pada 3–5 Oktober 2025, melalui Kick Off Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) yang diselaraskan dengan Wakatobi Wave 2025. Zona KHAS menjadi bagian dari penguatan quality tourism dan daya tarik wisata halal Sulawesi Tenggara.

Lalu pada 15–19 Oktober 2025, pelaku usaha syariah BI Sultra turut berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40, dengan fokus business matching B2B.

Dukungan edukasi terus diintensifkan melalui sinergi BI Sultra pada STQH XXVIII (9–19 Oktober 2025) serta edukasi ekonomi dan keuangan syariah bagi mahasiswa (14 Oktober 2025). Upaya ini memastikan literasi generasi muda meningkat bahwa ekonomi syariah adalah cara bertransaksi yang adil, bersih, dan menumbuhkan usaha secara berkelanjutan.

Momentum penguatan pembiayaan inklusif juga semakin nyata pada 21 Oktober 2025, ketika BI Sultra memfasilitasi akad massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk 800 ribu pelaku UMKM yang terhubung secara luring maupun daring di seluruh provinsi di Indonesia. Langkah masif ini menjadi bukti kuat keberpihakan pada usaha kecil yang membutuhkan akses permodalan lebih adil, mudah, dan transparan.

Hanya berselang dua hari, 23 Oktober 2025, tonggak sejarah kembali tercipta. BI Sultra membuahkan rekor dunia dan rekor MURI melalui pencatatan 2.173 investor baru pada instrumen saham dan reksa dana syariah dari satu perguruan tinggi keagamaan, sekaligus menghadirkan 3.164 mahasiswa dalam agenda literasi keuangan syariah di IAIN Kendari. Prestasi monumental ini menegaskan generasi muda Sultra kini menjadi motor penggerak utama ekonomi syariah di Bumi Anoa.

BI Sultra Kokohkan Fondasi Ekonomi Syariah di Bumi Anoa

Sulawesi Tenggara kini memiliki bekal kuat menjadi episentrum ekonomi syariah Kawasan Timur Indonesia. Selain UMKM yang adaptif, potensi wisata yang besar, dan komunitas pendidikan yang tumbuh, kanal digital pun kian ramah untuk pengembangan usaha syariah.

Konsep pertumbuhan yang digaungkan BI Sultra menempatkan ekonomi syariah bukan sebagai alternatif eksklusif, melainkan arus utama yang menyeimbangkan nilai dan nilai tambah.

Pada titik itu, wajah ekonomi di Sultra terus berubah lebih rapi, lebih adil, dan lebih percaya diri menyongsong peluang masa depan. Langkah berikutnya, BI Sultra menjaga kesinambungan hulu ke hilir dalam satu peta ekonomi syariah.

Dengan keberhasilan dan konsistensi ini, Bank Indonesia bukan hanya mencetak rekor, ia telah menata fondasi ekonomi syariah di Sultra untuk jangka panjang. Bagi generasi muda, pelaku usaha, dan seluruh warga Bumi Anoa, momentum ini adalah panggilan untuk bangkit bersama menuju ekonomi yang inklusif, syariah, dan berdaya saing global.

 

Penulis : Hardiyanto

Co-Author : Makmur T. Hasudungan Pan­ja­i­tan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *