BAUBAU, Lensainformasi.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), yang digelar di empat wilayah yakni Buton Utara, Baubau, Buton Selatan, dan Buton, pada 20–22 Mei 2025.
Kegiatan ini menyasar 327 peserta dari berbagai latar belakang seperti petani, nelayan, UMKM, pelajar, dan ibu rumah tangga.
Masyarakat tampak antusias dalam menyimak materi, terbukti dari berbagai pertanyaan yang diajukan, mulai dari cara menabung di produk SIMPEL, syarat pengajuan KUR, hingga metode mencicil emas di bank syariah.
Kepala Subbagian Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Sultra, Desiyani Patra Rapang menekankan pentingnya pemahaman terhadap produk keuangan legal dan penghindaran dari praktik keuangan berisiko seperti judi online dan pinjaman ilegal.
“Literasi keuangan bukan hanya tentang mengenal produk keuangan, tapi juga bagaimana melindungi diri dari kejahatan sosial seperti investasi bodong dan keuangan ilegal,” ungkap Desiyani.
Dalam kegiatan ini, disampaikan pula program kolaboratif antara pemerintah daerah dan industri jasa keuangan dalam bentuk Kredit Melawan Rentenir (K/PKMR) sebagai solusi alternatif pembiayaan yang cepat dan murah bagi masyarakat, sehingga ketergantungan terhadap rentenir dapat ditekan.
Anggota DPRD Kota Baubau, Baniu, S.Sos, turut memberikan dukungan terhadap inisiatif ini.
Ia berharap agar edukasi keuangan yang diberikan tidak hanya berhenti di peserta, tetapi dapat disebarluaskan ke lingkungan sekitar.
“Mari kita hindari judi online dan praktik keuangan ilegal lainnya. Saya berharap masyarakat menjadi agen perubahan dalam menyebarkan pengetahuan yang didapat dari kegiatan ini,” tegasnya.












