KENDARI, Lensainformasi.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat telah membina 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bumi Anoa.
Program pembinaan ini menjadi bagian dari komitmen BI Sultra dalam mendorong penguatan sektor riil serta pengendalian inflasi daerah.
Hal ini disampaikan oleh Kepala KPw BI Sultra, Edwin Permadi, saat kegiatan Bincang Bareng Media (BBM) yang digelar di salah satu kafe di Kendari, Selasa malam (18/6/2025).
Menurut Edwin, proses pembinaan dimulai dengan proses kurasi terhadap UMKM yang dinilai potensial dan memiliki kemauan untuk berkembang.
“Kami menilai apa yang kurang dari UMKM tersebut, kemudian kami berikan pelatihan, pendampingan, serta mempertemukan mereka dengan buyer dan pihak perbankan untuk dukungan modal,” jelasnya.
Program pembinaan dilakukan secara bertahap. Di tahun pertama, UMKM akan dipantau perkembangannya. Jika menunjukkan progres signifikan, maka pembinaan akan dilanjutkan ke tahun kedua.
UMKM yang telah mandiri akan dilepas dan digantikan oleh pelaku usaha lain yang dinilai potensial.
“Indikator keberhasilan pembinaan meliputi peningkatan omzet penjualan, kemampuan menembus pasar ekspor, hingga kemandirian usaha,” tambah Edwin.
Lebih lanjut, pihaknya juga menaruh perhatian khusus pada komoditas yang memiliki dampak terhadap inflasi, seperti cabai. Dengan membina pelaku UMKM di sektor ini, diharapkan bisa berkontribusi langsung dalam pengendalian harga dan menjaga stabilitas inflasi daerah.
Selain itu, pembinaan juga dilakukan pada sektor kopi dan kain tenun. Pembinaan pada kopi ditujukan untuk mendorong ekspor, sementara pembinaan tenun diharapkan mampu memberdayakan perempuan, khususnya di daerah penghasil.
Dari sisi kewirausahaan, BI Sultra memberikan pelatihan manajemen keuangan, pemasaran, hingga digitalisasi. Pendekatannya dilakukan dari hulu ke hilir untuk memastikan UMKM berkembang secara menyeluruh.
UMKM yang berhasil melalui masa pembinaan selama lima tahun akan dijadikan mitra strategis.
“Jika ada kegiatan pameran atau pelatihan, mereka akan kami undang untuk berbagi pengalaman dan inspirasi kepada UMKM lainnya,” tutup Edwin.












