Pilrek UHO 2025 Dinilai Demokratis, Mahasiswa Tegaskan Tolak Intervensi Luar

KENDARI, Lensainformasi.com – Pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2025–2030 berlangsung damai dan mencerminkan kekompakan luar biasa dari seluruh Civitas Akademika.

Dukungan penuh mengalir kepada Rektor terpilih, Prof. Armid, di tengah munculnya isu-isu liar dari pihak eksternal yang berupaya mengganggu stabilitas internal kampus.

Bacaan Lainnya

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) UHO menyatakan sikap bulat mendukung hasil Pemilihan Rektor (Pilrek) serta menolak segala bentuk intervensi yang dapat mencederai atmosfer akademik.

Ketua BEM UHO, Nabil Mahmud, menyampaikan harapan agar Prof. Armid segera merealisasikan visi besar UHO menuju kampus bertaraf internasional.

Ia juga menekankan pentingnya pemerataan fasilitas akademik dan organisasi kemahasiswaan di seluruh fakultas.

“Harapan kami, Rektor terpilih dapat membawa UHO sesuai visi dan misi, khususnya dalam mewujudkan cita-cita UHO Go Internasional,” ujar Nabil, Selasa (24/06/2025).

Nabil menambahkan bahwa proses Pilrek berjalan dengan lancar, tertib, dan tanpa gangguan berarti, menunjukkan kedewasaan demokrasi kampus.

Di tempat yang sama, Ketua MPM UHO, Alfin Reski Saputra, turut mengapresiasi kelancaran Pilrek yang dinilai sebagai salah satu yang paling transparan dan demokratis dalam sejarah UHO.

Ia juga mengajak seluruh Civitas Akademika agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu dari luar kampus yang belum jelas kebenarannya.

“Menanggapi berbagai isu eksternal yang beredar, kami mengimbau agar seluruh Civitas Akademika tetap tenang dan menjaga suasana kondusif di lingkungan kampus,” ungkap Alfin.

Ia menambahkan, bahkan Wakil Menteri turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Pilrek UHO yang dinilai demokratis dan bersih dari praktik negatif.

Kekompakan Civitas Akademika dalam menjaga independensi kampus dari intervensi luar mencerminkan kedewasaan intelektual dan semangat menjaga integritas institusi.

Pilrek UHO 2025–2030 pun tidak hanya menjadi ajang pemilihan pemimpin baru, tetapi juga momentum untuk menegaskan komitmen kampus terhadap nilai-nilai transparansi, kemandirian, dan integritas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *