KENDARI, Lensainformasi.com – Puluhan lampu jalan di sepanjang kawasan pedestrian Eks MTQ Kendari terpantau sudah tidak berfungsi, meski proyek tersebut baru rampung pada awal Januari 2025.
Kondisi ini menimbulkan kritik dari masyarakat terhadap kualitas pembangunan yang menelan anggaran hingga Rp20,3 miliar dari APBD Kota Kendari.
Kawasan pedestrian yang digadang-gadang sebagai ikon baru Kota Lulo dan kerap disandingkan dengan suasana Jalan Malioboro Yogyakarta itu dikerjakan sejak September 2024 di masa kepemimpinan Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup.
Proyek dipercayakan kepada PT Alfa Media Adijaya, dengan pengadaan lampu jalan senilai Rp5,7 miliar oleh PT Akilikiwo Teknik Nusantara.
Ironisnya, fasilitas yang diharapkan memperindah wajah kota justru sudah menunjukkan kerusakan dalam waktu singkat.
Seorang warga, Iwan menilai kerusakan lampu jalan tersebut mencerminkan lemahnya perhatian pemerintah terhadap pemeliharaan fasilitas publik.
“Harusnya hal ini jadi perhatian serius. Anggaran yang dikeluarkan besar, tapi hasilnya cepat rusak. Selain merugikan, ini juga mengurangi keindahan kawasan ikon Kota Kendari,” ujarnya, Senin (15/9).










