KENDARI, Lensainformasi.com — Memasuki hari keenam pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Al-Hadits (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025, perputaran ekonomi di Kota Kendari menunjukkan peningkatan signifikan.
Dampak positif terasa di berbagai sektor, mulai dari perdagangan rakyat, perhotelan, jasa transportasi, hingga usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Gelaran nasional yang diikuti kafilah dari seluruh provinsi di Indonesia ini membawa berkah bagi warga Kendari. Tak hanya pedagang kaki lima, para pelaku usaha di bidang jasa seperti perhotelan dan rental kendaraan juga merasakan lonjakan permintaan.
Nurleli, salah seorang pedagang minuman dan bakso bakar di sekitar area Tugu Persatuan—lokasi utama kegiatan STQH—mengaku pendapatannya meningkat dua kali lipat dibanding hari biasa.
“Sebelum STQH saya memang sudah jualan di sekitar sini, paling sehari itu cuma Rp200 ribu – Rp300 ribu saja. Tapi sejak STQH, saya buka dari pagi sampai jam 11 malam dan Alhamdulillah selalu ramai pembeli dan rata-rata per hari Rp700–800 ribu,” ujar Nurleli sambil melayani pembeli.
Karena ramainya pengunjung, sang suami pun turut membantu melayani pelanggan hingga larut malam.
Nurleli pun menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya STQH di Kendari.
“Alhamdulillah, terima kasih bapak Presiden dan Menteri Agama, sudah menjadikan Kota Kendari sebagai tuan rumah STQH Nasional tahun ini, sehingga kami pedagang-pedagang kecil turut mendapatkan berkah dari STQH ini,” tuturnya penuh haru.
Sementara itu, sektor jasa juga mengalami peningkatan tajam. Penyedia jasa transportasi dan rental kendaraan mencatat pemesanan penuh sejak dua hari sebelum pelaksanaan STQH dimulai.
Manto, salah satu penyedia jasa rental mobil, mengaku seluruh unitnya telah habis disewa untuk keperluan tamu dan panitia.
“Usaha rental mobil saya laris manis. Lima belas unit mobil milik saya sudah dipesan sejak hari pertama sampai penutupan nanti,” ungkap Manto.
Selain sektor perdagangan dan transportasi, peningkatan aktivitas ekonomi juga terjadi di perhotelan, penginapan, destinasi wisata, hingga jasa katering dan percetakan.
Total nilai transaksi yang berputar selama STQH diperkirakan mencapai triliunan rupiah, terhitung sejak masa persiapan hingga hari keenam pelaksanaan.
Para pelaku UMKM menjadi pihak yang paling aktif berpartisipasi dalam event ini. Banyak di antara mereka menampilkan produk unggulan dan mencantumkan sertifikat halal pada stan sebagai bentuk kepercayaan kepada pengunjung.
Meski sebagian besar stan berfokus pada aktivitas jual beli, beberapa di antaranya juga digunakan sebagai pusat pelayanan masyarakat, informasi, dan publikasi kegiatan STQH Nasional XXVIII Tahun 2025.
Dengan dampak ekonomi yang terus berputar, pelaksanaan STQH Nasional tidak hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang memberi manfaat luas bagi masyarakat Kota Kendari.












