EKSiS 2025: OJK Dorong Literasi, Inklusi dan Inovasi Keuangan Syariah bagi UMKM dan Masyarakat

NASIONAL, Lensainformasi.com Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pelaku industri jasa keuangan syariah, self-regulatory organization (SRO), asosiasi, serta kementerian dan lembaga terkait membuka Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2025, Kamis (6/11/2025), di Lippo Mall Nusantara, Jakarta.

Mengusung tema “Keuangan Syariah untuk Semua, Kesejahteraan untuk Bangsa”, kegiatan ini menjadi wujud nyata upaya OJK dalam memperkuat literasi, inklusi, dan ekosistem keuangan syariah nasional.

Bacaan Lainnya

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam sambutannya menegaskan bahwa keuangan syariah memiliki peran strategis dalam mendorong pemerataan ekonomi nasional.

“Keuangan syariah memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam mendorong pemerataan ekonomi sesuai dengan visi Presiden untuk mewujudkan kesejahteraan yang merata. Instrumen seperti zakat, infak, dan sedekah mampu menciptakan distribusi kekayaan yang lebih adil, memperkecil kesenjangan, serta memperkuat stabilitas ekonomi dan inklusivitas,” ujar Friderica.

Friderica menyampaikan bahwa industri keuangan syariah Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif dengan total aset mencapai Rp3.050 triliun, atau meningkat 11,3 persen (yoy). Aset tersebut terdiri atas perbankan syariah sebesar Rp975,9 triliun, pasar modal syariah Rp1.896,2 triliun, dan industri keuangan nonbank syariah Rp178,7 triliun.

Lebih lanjut, Friderica menyoroti empat tantangan utama dalam pengembangan keuangan syariah yang dikenal dengan konsep 4P, yakni Pengembangan dan inovasi produk, Penetrasi pasar, Pemerataan akses, dan Pemahaman masyarakat.

“Kita perlu terus mendorong inovasi produk, memperluas jangkauan layanan, serta memperkuat edukasi agar masyarakat semakin memahami dan percaya terhadap produk keuangan syariah,” imbuhnya.

Melalui pelaksanaan EKSiS 2025, OJK berharap keuangan syariah semakin dekat dengan masyarakat dan menjadi motor penggerak ekonomi umat, khususnya dalam memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Selain pameran produk dan layanan keuangan syariah, EKSiS 2025 juga menghadirkan seminar, talk show, serta program edukasi publik interaktif untuk memperluas wawasan masyarakat tentang potensi dan manfaat keuangan syariah.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

“Indonesia memiliki lebih dari 57 juta pelaku UMKM yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Dengan metode konvensional, menjangkau mereka semua hampir tidak mungkin. Karena itu, digitalisasi menjadi solusi kunci untuk memperluas akses dan pemerataan ekonomi,” jelas Maman.

Ia juga memperkenalkan inovasi terbaru “Sapa UMKM”, sebuah super app nasional yang akan menjadi wadah komunikasi dan pengaduan bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

“Sapa UMKM akan menjadi game changer yang menghubungkan kementerian, pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku UMKM dalam satu sistem terintegrasi. Ini adalah wujud keadilan sosial bagi seluruh pengusaha mikro dan kecil di Indonesia,” tegasnya.

Maman turut mengapresiasi dukungan OJK melalui penerbitan POJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada UMKM, yang dinilainya memperkuat perlindungan dan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha di seluruh Indonesia.

“Kami berterima kasih kepada OJK atas dukungan regulasi yang konkret. POJK 19 menjadi back-up policy penting untuk memperluas ekosistem pembiayaan syariah yang berkeadilan,” ujarnya.

Kegiatan EKSiS 2025 di Jakarta merupakan puncak rangkaian ekspo keuangan syariah nasionalyang sebelumnya telah digelar di empat kota besar — Tangerang, Palembang, Bandung, dan Mataram.

Gelaran ini menghadirkan sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat dalam memperluas akses layanan keuangan berbasis prinsip syariah secara inklusif dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam pembukaan EKSiS 2025, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Anggota Badan Pengurus DSN-MUI Mokhamad Hidayat, Deputi Bidang Kewirausahaan Kemenkop UMKM Siti Azizdah, Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi, serta Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi, bersama pimpinan lembaga, pemerintah daerah, dan pelaku industri keuangan syariah.

Melalui EKSiS 2025, OJK menegaskan komitmennya untuk memperluas akses keuangan syariahmelalui kolaborasi, inovasi, dan digitalisasi yang inklusif, serta memperkuat sinergi antara sektor keuangan dan sektor riil dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang adil, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *