Dorong Budaya Literasi, Perpus BI Sultra Bedah Buku ‘Semua Ikan di Langit’ Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

KENDARI, Lensainformasi.com – Perpustakaan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyelenggarakan kegiatan bedah buku berjudul Semua Ikan di Langit karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie di salah satu kedai kopi di Kota Kendari, Sabtu (17/1/2026).

Kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, perwakilan BI Sultra, dan insan media.

Bacaan Lainnya

Acara bedah buku diisi oleh narasumber Lisa Albertina, Founder Sewa Buku Kendari, yang membedah isi dan makna karya serta nilai-nilai yang terkandung dalam novel tersebut di hadapan audiens.

Kegiatan dimaksudkan untuk menguatkan kecintaan membaca, memperluas wawasan literasi, serta mendorong diskusi kritis mengenai karya sastra kontemporer Indonesia.

Kegiatan bedah buku ini juga menjadi salah satu langkah nyata Perpustakaan BI Sultra dalam mengembangkan ekosistem literasi di wilayah Bumi Anoa, sejalan dengan komitmen lembaga untuk memupuk minat baca dan diskusi kreatif di kalangan masyarakat.

Novel Semua Ikan di Langit sendiri adalah sebuah karya fiksi karya penulis asal Indonesia Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie yang dikenal karena gaya penceritaannya yang kaya imajinasi dan penuh makna simbolik.

Buku ini meraih juara pertama dalam Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta tahun 2016, sebuah penghargaan bergengsi di dunia literasi Indonesia, sebelum diterbitkan secara resmi oleh penerbit Grasindo pada Februari 2017.

Buku tersebut bercerita tentang perjalanan sebuah Bus Damri yang menjadi pencerita utama, yang kemudian berpetualang bersama seorang anak misterius yang disebut “Beliau” melintasi ruang dan waktu, serta bertemu berbagai karakter dan makhluk lainnya.

Cerita ini menggabungkan unsur fantasi, petualangan, dan metafora kehidupan, sehingga menarik untuk dibahas lebih dalam oleh para pembaca.

Semua Ikan di Langit tidak hanya menawarkan kisah petualangan yang unik, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan dan refleksi filosofis tentang kehidupan dan keberadaan.

Citra penceritaan yang unik ini pun membuat novel ini sering dijadikan rujukan dalam diskusi sastra maupun pembelajaran karakter di sekolah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *