KENDARI, Lensainformasi.com – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Pemerintah Kota Kendari memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang bulan suci Ramadan 2026.
Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok dan melindungi daya beli masyarakat di tengah meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan.
Melalui kolaborasi strategis ini, BI Sultra dan Pemkot Kendari menargetkan ketersediaan pangan yang cukup, harga yang terjangkau, serta distribusi yang merata bagi masyarakat.
Kegiatan GPM dijadwalkan dibuka secara resmi oleh Penjabat Wali Kota Kendari pada 9 hingga 13 Februari 2026 di Halaman Kantor Wali Kota Kendari.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, menyampaikan pelaksanaan GPM merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah bersama Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan.
“Bagaimana masyarakat kita bisa gembira, tersenyum ya, menghadapi hari besar keagamaan. Kebutuhan pasti meningkat, untuk itu kami hadir menjaga agar harga-harga tetap stabil,” ungkap Abdul Rauf, Selasa (27/1).
Sebelumnya, Pemkot Kendari telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah mandiri di 10 kelurahan.
Melalui dukungan BI Sultra, kegiatan ini diperluas dan dilaksanakan secara terpusat sebelum menyasar wilayah kecamatan dan kelurahan.
Abdul Rauf memastikan program stabilisasi pangan ini tidak berhenti pada satu lokasi saja. Setelah pembukaan, tim gabungan akan bergerak ke berbagai kecamatan dan kelurahan sesuai kebutuhan wilayah.
“Setelah pembukaan, kami akan turun ke kecamatan dan kelurahan. Kami akan berkoordinasi dengan Pak Camat dan Pak Lurah untuk titik-titik pelaksanaannya sebagai langkah antisipasi kenaikan harga selama puasa,” pungkasnya.












