Gubernur Sultra Resmikan PPI Sodohoa Kendari, Perkuat Infrastruktur Perikanan dan Ekonomi Nelayan

KENDARI, Lensainformasi.com — Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, meresmikan pembangunan dan rehabilitasi Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sodohoa yang terletak di Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Jumat (30/1/2026).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Sultra yang disaksikan jajaran Forkopimda dan masyarakat setempat.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan sektor perikanan merupakan salah satu prioritas utama pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Hal ini sejalan dengan besarnya potensi sumber daya perikanan Sultra yang mencapai sekitar 1,5 juta ton per tahun.

“Pada tahun 2025, produksi perikanan tangkap Sultra mencapai 264.883 ton. Namun potensi sebesar ini tidak akan memberikan manfaat optimal tanpa dukungan infrastruktur yang memadai dan pengelolaan yang baik,” ujar Andi Sumangerukka.

Ia menekankan keberadaan PPI Sodohoa tidak hanya berfungsi sebagai tempat sandar dan bongkar muat ikan, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi nelayan sekaligus pintu masuk peningkatan nilai tambah sektor perikanan.

“PPI Sodohoa merupakan simbol ekonomi pesisir. Tempat ini menjadi pusat pergerakan ekonomi nelayan dan pelaku usaha perikanan, serta telah memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan daerah,” jelasnya.

Berdasarkan data tahun 2025, PPI Sodohoa melayani sebanyak 782 nelayan dengan total produksi perikanan mencapai 11.497 ton.

Angka tersebut menunjukkan peran strategis PPI Sodohoa dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan pelaku usaha perikanan.

Melalui rehabilitasi sarana dan prasarana yang telah dilakukan, Andi Sumangerukka berharap produktivitas dan efisiensi aktivitas nelayan semakin meningkat.

Selain itu, kualitas hasil tangkapan diharapkan lebih terjaga, serta rantai distribusi dan pemasaran hasil perikanan menjadi lebih lancar.

“Pembangunan ini tidak hanya sampai pada tahap siap digunakan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita menjaga dan merawat fasilitas ini agar memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan. Kita sering mudah membangun, tapi sulit memelihara. Karena itu saya titip kepada pengelola untuk menjaga dan merawat PPI ini dengan sebaik-baiknya,” tegas Gubernur.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Provinsi Sultra, H. Tommy Putra Alamsyah Bunggasi, menjelaskan pembangunan dan rehabilitasi PPI Sodohoa merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sultra dalam meningkatkan kualitas infrastruktur sektor kelautan dan perikanan.

“PPI Sodohoa dibangun untuk mendukung aktivitas pendaratan ikan, pelayanan nelayan, serta peningkatan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat pesisir,” jelasnya.

Ia menyebutkan total anggaran pembangunan dan rehabilitasi PPI Sodohoa mencapai lebih dari Rp7,3 miliar yang bersumber dari APBD dan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025.

Anggaran tersebut terdiri dari pembangunan sarana dan prasarana pasar sebesar Rp433 juta lebih, pembangunan gedung PPI sebesar Rp6,2 miliar lebih, serta rehabilitasi pagar kawasan senilai Rp900 juta lebih.

Adapun pekerjaan konstruksi yang telah dilaksanakan meliputi rehabilitasi satu gedung kantor dan satu gedung cold storage, pembangunan empat gedung pelayanan dan penjualan dengan total 36 lot, pembangunan lapak-lapak penjualan ikan, serta pembangunan pagar kawasan PPI.

“Seluruh pekerjaan ini dirancang untuk menciptakan kawasan PPI yang lebih tertata, fungsional, aman, dan representatif, sehingga mampu mendukung aktivitas nelayan dan pelaku usaha perikanan secara optimal,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sultra atas arahan dan dukungan penuh, serta kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelesaian pembangunan PPI Sodohoa, mulai dari perangkat daerah, pelaksana proyek, pengawas, hingga masyarakat.

“Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal, dijaga bersama, serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi pesisir yang berkelanjutan, sekaligus mendukung pembangunan daerah secara menyeluruh,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *