KENDARI, Lensainformasi.com — Kebutuhan kendaraan keluarga saat ini tidak lagi sekedar soal kenyamanan, melainkan juga efisiensi, kemudahan layanan servis maupun suku cadang serta ketahanan nilai investasi.
Hal inilah yang dirasakan langsung oleh Febri, seorang warga di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), setelah menggunakan mobil Toyota Yaris Cross Hybrid (HEV) selama beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, keputusan memilih Toyota hybrid bukan semata mengikuti tren kendaraan ramah lingkungan, tetapi didasari pertimbangan rasional untuk kebutuhan jangka panjang keluarga.
“Saya mencari mobil yang nyaman untuk keluarga, irit bahan bakar, kalau mau servis tidak susah dan yang paling penting kalau kita mau jual kembali nilainya tetap tinggi,” ungkap Febri kepada Lensainformasi, Senin (2/3/2026).
Ia mengaku merasakan langsung efisiensi konsumsi bahan bakar dari mobilnya, terutama saat digunakan dalam aktivitas harian di dalam kota maupun perjalanan luar kota.
Selain faktor irit, jaringan servis menjadi pertimbangan utama. Febri menilai bengkel resmi Toyota yang tersebar luas memberikan rasa aman dan kemudahan ketika membutuhkan perawatan berkala maupun layanan darurat di mana pun berpergian.
“Servisnya mudah, bengkel resmi banyak, dan ketersediaan suku cadang jelas. Itu membuat saya tenang. Kita tidak khawatir kalau harus bepergian jauh,” katanya.
Tak hanya itu, Febri juga mempertimbangkan aspek nilai investasi jangka panjang.
“Mobil itu bukan hanya alat transportasi, tapi juga aset. Toyota terkenal nilai jual kembalinya bagus. Jadi itumi yang buat saya merasa lebih aman secara finansial,” tambahnya.
Pernyataan dari Febri terbukti. Seorang Supervisor PT Moladin Finance Indonesia di Kendari, Idho menjelaskan bahwa nilai jual kembali Toyota Yaris Cross Hybrid di perusahaan tempatnya bekerja tergolong masih stabil.
“Untuk Yaris Cross Hybrid, harga bekasnya relatif stabil. Rata-rata masih tinggi, tergantung kondisi dan tahun produksi,” jelas Idho saat dihubungi Lensainformasi, Senin (2/3/2026).
Ia menyebut, di pasaran kendaraan bekas, Toyota Yaris Cross Hybrid masih dibanderol mulai kisaran Rp200 jutaan lebih, menyesuaikan kondisi kendaraan.
Lebih lanjut, Idho menuturkan, bukan hanya Yaris Cross Hybrid yang memiliki tren serupa. Model hybrid Toyota lainnya seperti Kijang Innova Zenix Hybrid dan Corolla Cross Hybrid juga menunjukkan stabilitas harga di pasar mobil bekas.
“Konsumen sekarang sudah mulai melihat mobil hybrid sebagai pilihan rasional, bukan sekadar tren. Selain hemat, nilai jualnya juga masih terjaga,” pungkasnya.










