KENDARI, Lensainformasi.com – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra), Huguamengungkapkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menjadi tulang punggung utama perekonomian daerah dan berperan besar dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Hal itu disampaikan Hugua saat membuka rangkaian Sultra Maimo Sharia Fest 2026, Jumat (24/4/2026), yang digelar sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan melalui kolaborasi dengan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sultra.
Menurut Hugua, keberadaan UMKM memiliki dampak langsung terhadap perputaran ekonomi di Bumi Anoa karena sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup pada sektor tersebut.
“Sekitar 70 persen masyarakat Sulawesi Tenggara masih bergantung pada UMKM. Karena itu, penguatan sektor ini menjadi sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, UMKM tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi pelaku usaha, tetapi juga memberikan efek domino bagi kesejahteraan masyarakat secara luas.
“Ketika UMKM tumbuh, manfaatnya dirasakan semua kalangan. Dari masyarakat bawah sampai atas ikut merasakan dampak dari bergeraknya ekonomi,” katanya.
Hugua turut mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang dinilai konsisten menghadirkan program-program pemberdayaan UMKM melalui berbagai kegiatan pengembangan usaha, promosi produk, hingga penguatan kapasitas pelaku usaha lokal.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia atas komitmennya dalam menggerakkan UMKM melalui kegiatan ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa kontribusi UMKM di Sultra tersebar pada berbagai sektor strategis seperti industri kecil, ekonomi kreatif, hingga sektor pangan yang menopang ketahanan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, apabila sektor-sektor tersebut terus berkembang, maka ketahanan pangan daerah akan semakin kuat dan pertumbuhan ekonomi masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan.












