Talkshow Sultra Maimo 2026, Tasya Kamila Ajak UMKM Terapkan Gaya Hidup Hijau untuk Tingkatkan Daya Saing

KENDARI, Lensainformasi.com – Penerapan gaya hidup ramah lingkungan menjadi salah satu strategi yang dapat meningkatkan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pesan tersebut disampaikan Founder Green Movement Indonesia, Tasya Kamila, dalam Talkshow “Pengembangan UMKM Berkelanjutan dan Ekonomi Sirkular Sulawesi Tenggara” yang digelar Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada ajang Sultra Maimo 2026 di Atrium The Park Kendari, Jumat (7/8/2026).

Bacaan Lainnya

Talkshow yang mengusung tema “Circular is The New Cuan: Saat Bisnis Ramah Lingkungan Jadi Peluang UMKM Masa Kini” ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Tasya Kamila, CEO Waste4Change M. B. Ilikasana Jurnegsano, Analis Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia Anindita Sita Dewi, serta dimoderatori oleh Analis KPw BI Sultra Timotius Raditio.

Dalam pemaparannya, Tasya mengajak masyarakat dan pelaku UMKM untuk mulai menerapkan gaya hidup hijau dari kebiasaan sederhana yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mencontohkan kebiasaan membawa tumbler sendiri dari rumah sebagai salah satu langkah sederhana untuk mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai.

Selain itu, Tasya juga mendorong pelaku UMKM menggunakan kemasan (packaging) yang ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya mendukung bisnis yang berkelanjutan.

Tak hanya itu, Tasya menekankan pentingnya penerapan sistem pengelolaan sampah yang baik sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular, sehingga limbah yang dihasilkan dapat dikelola secara lebih bertanggung jawab.

Menurutnya, berbagai kebiasaan ramah lingkungan tersebut akan memberikan dampak yang lebih besar apabila dilakukan secara konsisten.

“Kalau kita lakukan secara konsisten, itu akan menjadi budaya,” ujar Tasya.

Melalui talkshow tersebut, peserta diajak memahami bahwa penerapan prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular dapat menjadi bagian dari pengembangan UMKM yang lebih digital, inklusif, berdaya saing, sekaligus memperhatikan kelestarian lingkungan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *